Bank Indonesia Prediksi Inflasi Juni Stabil

SEMARANG – Meskipun bersamaan dengan momen Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah memprediksi inflasi bulan Juni 2018 akan stabil atau terkendali.

Aktivitas mudik Lebaran menjadi salah satu pemicu inflasi di bulan Juni. Foto: efendi

Kepala Grup Advisori Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmad Dwi Saputra mengatakan, inflasi Juni tidak akan lebih dari 1%, bahkan bisa lebih rendah.

“Berdasarkan tahun sebelumnya pada saat Ramadan dan Lebaran pasti akan memicu inflasi. Akan tetapi, kami perkirakan Juni ini inflasi tidak akan mencapai pada angka 1% atau bisa jadi lebih rendah antara 0,4% hingga 0,8%,” katanya, Kamis (21/6).

Diketahui, pendorong inflasi pada bulan Juni akan terjadi pada kenaikan tarif berbagai jenis angkutan, meliputi angkutan udara, antarkota, dan angkutan dalam kota. Kenaikan tarif tersebut disebabkan karena ada peningkatan mobilisasi masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri.

Kemudian, inflasi kelompok inti diperkirakan meningkat pada level moderat. Tekanan inflasi inti berasal dari harga sandang dan makanan, seiring dengan pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada di Provinsi Jawa Tengah.

“Adapun percepatan infrastruktur khususnya proyek-proyek multiyears di berbagai bidang dan berbagai daerah juga diperkirakan berpotensi menyebabkan peningkatan permintaan untuk bahan bangunan,” kata Rahmad. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

55 − = 49

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.