Home > JATENG RAYA > Banjarnegara Dihantui Bencana Tanah Longsor

Banjarnegara Dihantui Bencana Tanah Longsor

ilustrasi

SEMARANG – Memasuki awal Februari 2017, Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengingatkan kepada masyarakat Banjarnegara akan bahaya bencana tanah longsor yang terjadi saat hujan lebat.

Muhammad Syifaul Fuad, analis cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, mengatakan bahaya longsoran tanh semakin terbuka lebar mengingat di daerah tersebut dikelilingi oleh kontur tanah yang labil.

“Dampak cuaca ekstrem yang muncul belakangan ini sangat membahayakan bagi penduduk dataran tinggi, jika terjadi terus-menerus maka menyebabkan tanah labil dan muncul tanah longsor di Banjarnegara,,” kata dia, saat dikontak metrosemarang.com, Senin sore (6/2).

Selain longsor, menurutnya bahaya banjir bandang juga berpotensi muncul di dataran rendah, terutama di jalur Pantura Jawa Tengah. 

Untuk sore ini hingga malam nanti wilayah pegunungan tengah yang meliputi Kebumen, Purworejo, Banyumas dan Wonosobo akan diguyur hujan lebat. Kondisinya diperkirakan meluas sampai ke ujung Boyolali dan eks-Karesidenan Surakarta.

Kota Semarang pun, kata Fuad tak luput dari hujan lebat. Bahkan, puting beliung menjadi ancaman serius hingga tiga hari ke depan.

“Semarang akan hujan di malam nanti sampai dini hari tapi intensitasnya tidak merata. Untuk potensi puting beliung masih bisa terjadi jika ada awan CB yang bertubrukan disertai hujan dan kilatan petir,” urainya dan ia menambahkan bahwa meski begitu aktivitas penerbangan sejauh ini masih aman dan terkendali. (far)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar