Home > JATENG RAYA > Bandara ‘Aquatik’ Ahmad Yani Bakal Beroperasi Maret 2018

Bandara ‘Aquatik’ Ahmad Yani Bakal Beroperasi Maret 2018


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Ilustrasi Bandara Ahmad Yani Semarang. Foto Metrojateng/MJ-06

SEMARANG – PT Angkasa Pura I optimistis terminal baru pada Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bakal beroperasi paling lambat Maret 2018 mendatang. Danang S Baskoro, Direktur Utama Angkasa Pura I mengatakan, tahap pembangunan terminal baru di Bandara Ahmad Yani saat ini hampir tuntas.

“Jika sesuai progres, kami kira bulan Maret sudah bisa beroperasi, termasuk operasional terminal penumpang bisa dipindahkan bertahap ke lokasi yang baru,” kata Danang kepada metrosemarang.com, Jumat (3/11). Ia menyebut total investasi untuk proyek bandara baru di Ahmad Yani mencapai Rp 2 triliun-Rp 3 triliun. Terminal penumpang yang baru punya luasan lima kali lebih besar ketimbang bangunan yang lama.

Kendati demikian, menurutnya bangunan terminal penumpang yang baru nantinya menjadi paling indah dibanding proyek lainnya di Indonesia. “Bandara Ahmad Yani nanti berdiri mengapung diatas laut. Konsepnya jadi bandara aquatik. Akan jadi paling indah daripada sekarang yang terjelek di Indonesia,” bebernya.

Untuk landasan pacu (runway) Bandara Ahmad Yani, katamua juga bertambah panjang sampai 2.750 meter dari semula hanya 2.560 meter. Dengan kondisi tersebut, daya tampung Bandara Ahmad Yani yang baru akan mencapai 8 juta jiwa.

“Karenanya kami sangat bangga dengan proyek prestisius yang sedang dikerjakan di Semarang. Kapasitas bandaranya saja nanti jadi 8 juta orang. Selain itu, akses masuk bandara juga terhubung dengan jalur kereta api dari Yogyakarta, Solo kemudian Semarang. Bisa juga dibangun stasiun dekat bandara,” ungkapnya.

Ia mengatakan layanan intermoda bisa menunjang laju pariwisata di seluruh Jawa Tengah. Selain Semarang, Angkasa Pura I juga tengah mengebut pembangunan bandara baru di delapan kota lainnya. Total nilai investasinya mencapai Rp 54 triliun.

“Pembangunan dikerjakan menyeluruh mulau terminal penumpang, kargo, memperbanyak appron sampai runway,” tandasnya. (far)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar