Home > JATENG RAYA > Bahu Jalan Longsor, Akses Air Bersih Warga Terputus

Bahu Jalan Longsor, Akses Air Bersih Warga Terputus

Longsor yang terjadi di Desa Lesanpuro Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, Minggu (810). Longsor menyebabkan putusnya jalan desa penghubung dua kecamatan, sekaligus putusnya akses air bersih warga setempat. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Hujan yang mengguyur kawasan Magelang beberapa hari terakhir menyebabkan tanah longsor di ruas jalan penghubung Kecamatan Salaman dan Kajoran. Tepatnya di dusun Munggang, Desa Lesanpuro, Kecamatan Kajoran, pada Minggu (8/10) sekitar pukul 16.00.

Untuk sementara, akses jalan itu tertutup bagi kendaraan roda empat. Pengendara mobil harus memutar lebih dari 5 kilometer, melewati Desa Krasak, Kecamatan Salaman. Selain berdampak pada arus lalu lintas, longsor tersebut menyebabkan putusnya saluran air bersih menuju Desa Sawangargo, Kecamatan Salaman.

Tanah longsor bermula saat hujan. Air merembes ke tanah dan mengikis bahu jalan. “Tebing di pinggir jalan tidak kuat menahan tanah basah,” kata Padlan salah satu warga setempat.

Tebing terkikis setebal 2 meter, sepanjang 25 meter. Dengan ketinggian antara 5 meter hingga 8 meter. Jaraknya kurang lebih hanya 4 meter saja dari pemukiman warga di seberang jalan. Padlan khawatir, jika longsor tidak segera ditangani, akan menyebabkan longsor susulan di deretan titik tersebut.

Saat ini, di lokasi longsor hanya terpasang papan peringatan seadanya, dan tali plastik untuk membatasi area sekaligus mengamankan pengguna jalan.

Sementara itu, 250 warga di Desa Sawangargo, Kecamatan Salaman, tak mendapat aliran air bersih pasca-longsor. Pipa saluran Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang telah dipakai warga selama empat tahun terakhir, terputus. Pipa itu mengalirkan air dari mata air di sekitar lereng Sumbing. Persisnya dari kawasan Sunggingan, Kecamatan Kajoran.

Warga lantas bergotong royong memperbaiki dan menyambung kembali pipa air yang putus. Jumlah pengguna air bersih dari saluran pipa tersebut ada sekitar 45 kepala keluarga dan satu masjid.

Kholik, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magelang sudah meninjau lokasi kejadian. Petugas yang mengecek lokasi kejadian menganalisa, peristiwa longsor ini disebabkan karena hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Disebutkan, bahu jalan yang longsor diduga karena peralon air saluran drainase yang bocor. Kemudian air mengkikis tanah, hingga tanahnya longsor. Pihaknya segera berkoordinasi dengan bidang lain di DPU PR menyikapi bencana tersebut. Petugas belum mengetahui secara pasti, kerugian yang disebabkan peristiwa itu. (MJ-24)

 

 

Ini Menarik!

Tingkatkan Produksi Pangan, Butuh Dukungan Sarpras

Share this on WhatsAppKENDAL – Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Tahun 2013 sebesar 133.770 …

Silakan Berkomentar