Bagi-bagi Uang Jelang Coblosan, Warga Temanggung Dituntut 3 Tahun

TEMANGGUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Temanggung, menuntut hukuman 3 tahun penjara terhadap Supriyono, warga Desa Gowak, Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Terdakwa juga masih dituntut denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

pungli camat mijen
ilustrasi

Tuntutan itu dibacakan JPU Antonius dalam sidang politik uang yang digelar di PN Temanggung, Senin (9/7). Dalam tuntutannya, JPU mengatakan bahwa perbuatan terdakwa pada Rabu (27/6), menjelang pencoblosan surat suara dengan membagikan amplop berisi uang.

Masing-masing amplop berisi uang lembaran  sebesar Rp20 ribu. Uang itu untuk mempengaruhi calon pemilih agar mencoblos pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu pada Pilkada Temanggung.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa diketahui dilakukan di rumah Devi Bagas Santosa dan Anik warga Gowak Pringsurat, serta pada Wawan dan Kuat Darmawan.

Perbuatan terdakwa  dianggap  melanggar Pasal 187 A Undang-Undang Pilkada nomor 10/2016. Dan dinilai telah mencederai demokrasi.

Atas  tuntutan itu, Supriyono dan penasihat hukum dari LBH Temanggung yang diketuai Jamal akan membuat pledoi atau nota pembelaan.

Majelis hakim yang diketuai Didit Pambudi Widodo dengan anggota Rachmawati Saptaningtyas dan Stephanus Yunanto akan kembali menggelar sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa dan penasihat hukum terdakwa pada Selasa (10/7). Selama jalannya persidangan tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian setempat. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

75 − 68 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.