Beranda JATENG RAYA Awas! Jamu Pegal Linu Ilegal Dijual Online

Awas! Jamu Pegal Linu Ilegal Dijual Online

36
0
BERBAGI
jamu pegal linu BPOM
Kepala BPOM Endang Pudjiwati saat menunjukan bungkusan jamu ilegal yang disita dari Kabupaten Tegal. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Petugas gabungan Balai Pengawas Obat dan Makanan Kota Semarang meringkus seorang penjual jamu ilegal di Kabupaten Tegal. NR, inisial penjual jamu tersebut diringkus karena kedapatan nekat mengedarkan jamu racikannya via jejaring online sehingga meresahkan masyarakat setempat.

NR digerebek petugas di rumahnya, Desa Ujung Rusi, Kecamatan Adewerna Kabupaten Tegal, pada Selasa (10/4). Petugas sempat kesulitan meringkus NR mengingat rumahnya yang berada di lorong gang sempit.

“Tadi kita tangkap penjual jamu ilegal berinisial NR di rumahnya yang berada di gang sempit di Kabupaten Tegal. NR selama ini menjual jamu ilegal itu sampau ke Brebes dan Pemalang,” ungkap Agung Supriyanto, Kasi Pendidikan BPOM Kota Semarang.

Endang Pudjiwati, Kepala BPOM Kota Semarang menyebut dari hasil pengerebekan, petugasnya berhasil menyita 2.904 dos jamu ilegal yang terdiri dari 27 item. Jamu yang disita petugas berbagai jenis mulai kemasan jamu pegal linu, obat kuat sampai pil jamu jenis lainnya.

Endang menyatakan NR sudah mengedarkan jamu ilegal selama tiga tahun terakhir. Petugas, ujar Endang masih memperdalam penyelidikan untuk menelusuri jaringan pengedar jamu ilegal lainnya. Menurutnya jamu yang disita itu mengandung bahan kimia berbahaya. Padahal, ia menduga efek sampingnya sangat berbahaya jika diminum tanpa dosis tertentu.

“Efek buruknya organ tubuh manusia jadi rusak. Maka tidak ada pilihan lain kecuali kita sita semua kemasan jamunya,”.

Ia meminta kepada masyarakat untuk turut melaporkan bila ada temuan serupa. Sehingga, diharapkan masyarakat berperan aktif menangkal peredaran jamu ilegal. “Biar warga sekitar terlindungi. Untuk itulah, konsumen harus jeli mengecek kemasan, segel, dan cek label. Izin edarnya juga harus berbadan hukum,” sambungnya.

Ia mengancam akan menjerat NR memakai UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. (far)