Home > JATENG RAYA > Awas! Banjir dan Tanah Longsor Intai Semarang

Awas! Banjir dan Tanah Longsor Intai Semarang


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
ilustrasi
SEMARANG – Potensi banjir dan tanah longsor masih menjadi ancaman serius masyarakat yang tinggal di Semarang bagian bawah dan wilayah perbukitan. Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama mereka diminta agar selalu waspada.
”Saat ini pemerintah sudah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan terjadi longsor, seperti di Kecamatan Gajah Mungkur dan Candisari,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (19/10).
Menurut Hendi panggilan walikota, camat dan lurah telah diminta peran aktifnya untuk mensosialisasikan kepada warga yang tinggal di wilayah tebing yang curam untuk selalu waspada ketika hujan turun.
Apabila diperlukan warga yang tinggal di kawasan tebing tersebut, harus diminta untuk mengungsi di tempat yang lebih aman selama hujan deras dengan intensitas tinggi berdurasi lama.
Selain itu, Walikota juga mengatakan saat ini masih mendapat keluhan terkait Banjir di wilayah Semarang bagian timur, lantaran saat ini program pengentasan banjir dan rob masih dilaksanakan.
”Kemarin, pas ketemu sama Pak Presiden, beliau menanyakan kepada saya soal problem yang ada. Saya jawab saya masih sering kena bully nih pak. Saat ini di wilayah timur persoalan rob dan banjir sedang dalam pengerjaan. Robnya diatasi dengan bendungan. Robnya berhasil, eh ini hujan airnya dari sungai tidak bisa keluar ke laut,” terang Hendi menirukan perbincangannya pada waktu kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Semarang beberapa waktu lalu.
”Lantas Pak Presiden bertanya, gimana Pompamu, saya jawab, baru datang bulan Maret pak. Polder juga masih dibangun hingga akhir Desember. Nah pesan Presiden kepada kami agar menempatkan petugas-petugas dari dinas terkait selalu siap siaga di tempat rawan bencana,” lanjut Walikota Hendi.
Ia menegaskan memasuki musim penghujan masyarakat Kota Semarang wajib meningkatkan kewaspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi berdurasi lama. Sebab dapat dipastikan potensi bencana banjir hingga longsor sewaktu-waktu dapat terjadi mengingat topografi Kota Semarang yang memiliki dataran tinggi dan rendah.
”Kita juga butuh peran serta masyarakat untuk meminimalkan korban jiwa di setiap terjadi bencana. Kalau perlu yang tinggal diperbukitan ngungsi dulu ke tempat yang lebih aman pas hujannya deras,” tandasnya. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar