Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Awal 2017, Tiga Kapal Asing Bongkar Muat di TPKS Semarang

Awal 2017, Tiga Kapal Asing Bongkar Muat di TPKS Semarang

terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

SEMARANG – Jumlah kapal asing yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, tahun ini dipastikan bertambah. Pasalnya, pada awal bulan ini terdapat tiga kapal asing dengan rute dari Ho chi minh Vietnam-Jakarta-Semarang-Makasar-Xianmen-Qingdao-Shanghai-Ningbo akan bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas.

Erry Akbar Pangabean, General Manager Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), mengatakan satu kapal akan bersandar terlebih dahulu di Tanjung Emas. 

Kapal bernama Star River itu akan melempar jangkar ke pelabuhan untuk melakukan bongkar muat perdana sebanyak 343 box peti kemas atau setara dengan jumlah 497 (Twenty feet Equivalent units (Teus).

“Kami akan menggelar peluncuran sederhana untuk tahap bongkar muat itu pada Selasa pekan depan,” kata Erry saat bertemu wartawan di kantornya, Jumat (20/1).

Ia nantinya akan memberikan jadwal bongkar muat bagi kapal Star River karena pada hari tersebut jadwal bongkar muat sedang kosong. “Sudah sembilan tahun terkahir jadwal kami di Selasa kosong. Jadi itu nanti bisa dipakai untuk melayani proses ekspor dari Tiongkok,” urainya

Ia pun bangga dengan penambahan jumlah kapal sandar di wilayahnya. Terlebih lagi kapal tersebut akan berlayar langsung dari dataran Tiongkok menuju Semarang. “Tanpa singgah dulu ke Singapura tapi langsung ke Semarang. Ini terobosan terbaik yang kami lakukan bagi negeri ini,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia bilang Tiongkok selama ini menyumbang nilai ekspor bagi Pemprov Jateng mencapai 42 persen. Makanya, untuk mendukung proses bongkar muat perdana tersebut, dirinya telah menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.

Kapal dari Tiongkok itu akan berlayar empat kali sebulan. Sehingga total kapal asing yang bersandar di Tanjung Emas bertambah cukup banyak.

“Februari nanti masih ada dua kapal lagi yang membuka rute ke Semarang yaitu SITC Surabaya dan Wana Bhum,” paparnya.

Soal kekhawatiran adanya potensi penyelundupan narkoba dari Tiongkok, ia menegaskan semuanya sudah diantisipasi.

Ia semakin memperketat pengawasan termasuk di sektor penjagaan pintu X Ray, bila ada yang mencurigakan maka langsung dilaporkan kepada petugas BNN maupun polisi. “Kita perkuat kerjasama dengan pihak internal maupun eksternal,” tukasnya. (far)

Ini Menarik!

Bungalow atau Kamar Saja, Semua Ada di Karimunjawa Inn

Share this on WhatsApp     BERWISATA ke Karimunjawa, tak mungkin cukup sehari saja. Dikarenakan …

Silakan Berkomentar