Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > APSI: Banyak Asuransi Syariah yang Nakal

APSI: Banyak Asuransi Syariah yang Nakal

Sutrisno. (foto: metrosemarang.com/ilyas aditya)

SEMARANG – Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) meminta Dewan Syariah Nasional (DNS) untuk lebih serius melakukan pengawasan terhadap pengelola bisnis asuransi berbasis syariah. Hal tersebut dikarenakan masih sering ditemui perselisihan dengan pihak asuransi syariah yang merugikan nasabah.

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Umum APSI, Dr Sutrisno usai melakukan audiensi dengan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jateng-DIY, Moch Ihsanuddin, di Kantor OJK Jateng-DIY, Rabu (9/8) siang.

Dikatakan Sutrisno,  sekarang ini banyak ditemui para pengelola bisnis asuransi syariah yang masih mengabaikan hak nasabah.  Lembaga bisnis asuransi itu justru cenderung tidak mentaati ketentuan bisnis asuransi syariah dan mempersulit kepengurusan klaim asuransi.

“Padahal asuransi konvensional dengan syariah berbeda jauh.  Termasuk dana yang digunakan untuk  pemberian klaim, tapi malah dipersulit,” kata Sutrisno.

Dijelaskannya, asuransi syariah dengan asuransi konvensional memiliki banyak perbedaan. Salah satu yang mencolok adalah uang yang dibebankan ke nasabah saat menjadi peserta asuransi. Premi asuransi konvensional menjadi hak perusahaan, sementara di asuransi syariah, uang yang terkumpul dari nasabah dikumpulkan masuk menjadi dana tabarru (dana kebijakan).

“Ini  salah satu yang perlu diaudit. Dana tabarru asuransi syariah yang tidak digunakan untuk klaim itu hak masyarakat. Harus disalurkan ke kepentingan bersama bukan untuk keuntungan perusahaan,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga meminta Dewan Syariah Nasional lebih  memperbanyak sosialisasi terkait asuransi syariah agar masyarakat lebih mengerti aturan-aturannya. “Selain DNS pihak asuransi juga harus rajin bersosialisasi, tentu sesuai aturan yang dikeluarkan DNS,” tandas Sutrisno.(Yas)

Ini Menarik!

Pailit, Nyonya Meneer Nunggak Upak Buruh Rp 98 Miliar

Share this on WhatsAppSEMARANG – Setelah diputus pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, ratusan pegawai …

Silakan Berkomentar