Home > JATENG RAYA > Apindo Demak Bakal Coret Perusahaan Yang Telat Bayar THR

Apindo Demak Bakal Coret Perusahaan Yang Telat Bayar THR

DEMAK – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Demak memastikan perusahaan akan membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan tepat waktu. Sejauh ini, perusahaan yang tergabung dalam Apindo telah melakukan koordinasi berkait THR.

Apindo Kabuptaen Demak MH Ilyas mengatakan, perusahaan-perusahaan besar sudah pasti membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya dengan tepat waktu, apalagi perusahaan tersebut berada di bawah naungan asosiasi yang dipimpinnya.

“Semua perusahaan besar di bawah naungan Apindo sudah kita koordinasikan,” ujarnya, Rabu (14/6/2017)

Pihaknya bahkan akan menindaktegas bagi perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada karyawannya. Yakni mencoret dari daftar keanggotaan Apindo.

“Hal ini kami lakukan untuk terciptanya kondusifitas dunia usaha dikab demak” terang dia.

Sejauh ini, pihaknya bahkan telah turun angsung ke semua perusahaan  untuk memastikan langsung kesiapan dan ketepatan waktu pembayaran THR tersebut yaitu maksimal h-7 sebelum hari raya.

” Kami lakukan sepekan lalu bersama kelembagaan LKS tripartite Kabupaten Demak,” tuturnya.

Menurutnya, kecuali perusahaan-perusahaan kecil yang tidak sanggup membayar THR-nya termasuk perusahaan-perusahaan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang begitu banyak.

 

“Kita tidak bisa mengawasi perusahaan-perusahaan UKM yang tidak membayarkan THR kepada pegawainya, karena jumlahnya kan banyak dan belum  masuk dalam anggota Apindo,” jelas dia.

Sementara Sekretaris DPK Apindo Aryani Zifora mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.

“Berdasarkan Permenaker tersebut, pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan berhak mendapatkan THR Keagamaan dari perusahaan,” katanya.

Ditambahkannya, para pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. Sedangkan, pekerja/buruh yang bermasa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional, dengan menghitung jumlah masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

Pemberian THR tersebut juga sesuai dengan Permenaker Nomor  20/2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan yang di dalamnya mengatur sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai membayar THR.

“Pengusaha yang terlambat membayarkan THR akan dikenakan denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayarkan kepada pekerja/buruhnya untuk peningkatan kesejahteraan pekerja,” tandasnya.(MJ-23)

Ini Menarik!

Konduktor Asal Amerika Akan Ramaikan Konser Sumpah Pemuda

Share this on WhatsAppSEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kota Semarang melalui …

Silakan Berkomentar