AP Ngotot Pengunjung Bandara Semarang Harus Naik Taksi Primkopad

SEMARANG – PT Angkasa Pura I tak mau disalahkan ihwal insiden seorang penumpang pesawat yang dipaksa turun di kompleks terminal apung Bandara Internasional Ahmad Yani.

Taksi Primkopad terparkir berjejer di Bandara Ahmad Yani. Foto: fariz fardianto

Dian Purnamasari, General Manager and Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani mengatakan seharusnya penumpang bernama Nathalie itu tahu aturan ketika hendak mencari transportasi umum di bandaranya.

“Kejadian tersebut memang ada Minggu kemarin siang. Itu sudah ditindaklanjuti oleh piha costumer service dan duty managernya. Ya intinya setelah diberi penjelasan mengenai aturan main di bandara, yang bersangkutan tetap tidak tidak mau menerimanya,” kata Dian, Senin (16/7).

Ia berdalih insiden muncul lantaran Nathalie bersikeras naik taksi Blue Bird di Bandara Ahmad Yani. Padahal, ujar Dian, Blue Bird tidak beroperasi secara resmi di bandara.

Dian beralasan Angkasa Pura hanya menjalin kerjasama dengan tiga operator transportasi saja. Yaitu sebuah perusahaan rental mobil dibawah Blue Bird Group, taksi bandara yang dikelola Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) serta Bus Trans Semarang.

Dian justru menyalahkan Nathalie yang semau gue naik Blue Bird di area drop zone. “Kita cuma kerja sama dengan Primkopad, rental car dibawah Blue Bird dan BRT. Lagian si penumpang itu malah naik taksi di drop zone. Di situ kan hanya diperuntukan mengantar penumpang pesawat saja. Apa yang dia lakukan tidak dapat dibenarkan,” cetusnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

22 − = 20

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.