Beranda JATENG RAYA METRO KEDU Antisipasi Hoaks Pilkada, 9 Platform Media Sosial Digandeng Kemenkominfo

Antisipasi Hoaks Pilkada, 9 Platform Media Sosial Digandeng Kemenkominfo

20
0
BERBAGI
Menkomfinfo Rudiantara meluncurkan aplikasi mobile yang dapat mendeteksi hoaks berupa Hoax Buster Tolls (HBT), dalam rakernas Mafindo di Balkondes Ngaran 2 Borobudur Magelang, Sabtu (10/2). (foto: metrojateng.com/MJ-24)

 

MAGELANG – Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkomfinfo) Rudiantara mengatakan pihaknya memebutuhkan kerja sama dengan pihak lain untuk membasmi hoaks. Saat ini, Kemenkominfo bekerjasama dengan puluhan organisasi anti-hoaks termasuk perguruan tinggi, untuk meningkatkan budaya literasi agar masyarakat lebih memahami mana berita yang benar dan berita hoaks.

“Kami akan menekan serendah mungkin berita-berita hoaks yang banyak beredar di media sosial,” kata Rudiantara usai membuka Rakernas Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) di Balkondes Borobudur Magelang, Sabtu (10/2) sore.

Untuk mengantisipasi maraknya berita hoaks di tahun politik ini, Kemenkominfo telah menandatangani kesepakatan aksi bersama KPU dan Bawaslu. Salah satu isi di dalamnya adalah, pencegahan penggunaan media sosial untuk pelanggaran proses-proses Pilkada.

Ada 9 platform yang turut serta dalam nota kesepakatan itu. Google Indonesia, Facebook Indonesia, Twitter Indonesia, Telegram Indonesia, BBM Indonesia, LINE Indonesia, BIGO Live Indonesia, Live Me Indonesia, dan METUBE Indonesia. “Tujuannya adalah, agar proses pilkada berjalan dengan aman dan tidak memecah belah bangsa atau mengadu domba,” kata Rudiantara.

Dikatakan dia, sejatinya media sosial berguna untuk memeperbaiki tatanan sosial masyarakat. Namun yang terjadi, tak sepenuhnya seperti yang diharapkan. Tidak hanya di Indonesia. Meksiko, Argentina, hingga Spanyo, juga menghadapi perkara yang sama. Kemenkominfo telah meluncurkan Hoax Buster Tools (HBT), aplikasi yang bisa dipakai oleh pengguna android untuk mendeteksi hoaks.

Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan, sebagai salah satu gerakan masyarakat melawan hoaks, Mafindo menumbuhkan jaringan relawan di seluruh Indonesia. “Mafindo baru berusia setahun. Kiprah para relawan sudah mulai dirasakan manfaatnya,” kata Septiaji.

Mafindo saat ini sudah hadir di 15 kota dengan lebih dari 200 relawan aktif dari berbagai macam latar belakang. “Kami membangun delapan komite yang memiliki delapan fokus untuk tidak hanya mengklarifikasi hoaks atau cek fakta. Namun juga komite kampanye serta pendidikan sebagai upaya membangun public awareness,” kata Septiaji. (MJ-24)