Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Angkutan Aglomerasi Perkotaan Dianggap Memberatkan Pengusaha Transportasi

Angkutan Aglomerasi Perkotaan Dianggap Memberatkan Pengusaha Transportasi

Ilustrasi Foto Metrosemarang
Ilustrasi
Foto Metrosemarang

SEMARANG – Rencana diberlakukannya Angkutan Aglomerasi Perkotaan 2015 mendatang diamini oleh Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Semarang, Ambar Prasetyo. Namun, angkutan keberadaan angkutan yang akan menghubungkan Stasiun Tawang sampai Terminal Bawen ini dianggap memberatkan bagi pengusaha transportasi.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan bisa meningkatkan mutu pelayanan angkutan yang ada di Semarang. “Sampai saat ini, masih ada beberapa angkutan umum yang tidak layak karena sudah keropos dan tua, terutama bus jurusan Mangkang,” ujarnya, Rabu (3/12).

Dengan armada yang lebih baik, diharapkan masyarakat akan lebih nyaman dan bangga ketika menggunakan alat transportasi umum. Selain itu, sistem setoran yang konvensional dapat memacu sopir untuk menurunkan penumpang pada tempat yang tidak semestinya.

Namun, ada protes terkait masalah akan diluncurkannya Angkutan Aglomerasi Perkotaan. Protes datang dari pengusaha yang trayeknya juga dilalui Angkutan Aglomerasi Perkotaan.

“Saya hanya punya satu armada, itupun masih kredit yang melewati Jalan Dokter Cipto Semarang. Kalau ada angkutan baru lagi, bagaimana nasib saya?” kata pengusaha transportasi yang enggan disebutkan namanya.

Sampai saat ini, Dishubkominfo Jawa Tengah masih berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti Organda, Pengusaha dan operator bus.

Ambar menambahkan, Dishubkominfo Semarang juga merancang masterplan yang nantinya mampu memonitor semua angkutan yang ada di Semarang. “Tidak hanya jumlah angkot, namun trayeknya juga akan tetap termonitor,” ujarnya. (ade)

Ini Menarik!

Mensyukuri Toleransi di Semarang Bersama Para Pemulung

Share this on WhatsApp SEMARANG – Aktivitas salah satu Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, …

Silakan Berkomentar