Home > JATENG RAYA > Anggaran Belum Cair, Pemkab Kendal Nunggak Tagihan Listrik Hingga Rp 6 Miliar

Anggaran Belum Cair, Pemkab Kendal Nunggak Tagihan Listrik Hingga Rp 6 Miliar

KENDAL – Lampu penerangan jalan di jalan lingkar Kaliwungu , Pantura Brangsong, Weleri, dan Boja padam bukan karena rusak. Lampu jalan ini dipadamkan karena Pemerintah Kabupaten Kendal belum membayar tagihan listrik penerang jalan sebesar Rp 6 miliar.

Manager PLN Rayon Kendal  Jawa Tengah, Alauddin, membenarkan kalau ada pemutusan beberapa titik jalan Karena Pemerintah Kabupaten Kendal, belum membayar rekening tagihan listrik penerangan jalan. 

“Saya belum bisa menyebut besaran tunggakannya itu,” kata Alauddin, Rabu (08/02).   Alauddin sudah diperintahkan untuk memadamkan lagi beberapa titik lampu penerangan jalan, tetapi belum dilakukan.

Sementara itu, Manager Area Semarang, Donny Adriansyah, menjelaskan Kendal termasuk wilayah kerja area Semarang. Dia membenarkan bahwa ada pemadaman jalan penerangan di Kabupaten Kendal akibat keterlambatan pembayaran listrik.

Lebih lanjut, Donny menerangkan, pihaknya terpaksa memutus aliran listrik penerangan jalan karena sudah terlambat lebih dari satu bulan di beberapa titik, yakni Kendal Kota terlambat 3 bulan, Boja 3 bulan, dan Weleri 6 bulan.

“Kami menjalankan sesuai prosedur apabila terlambat lebih dari satu bulan maka kami terpaksa putus sementara, karena ini mengganggu operasional kami, kami ingin pelanggan tertib bayar listrik, bila sudah bayar kami akan nyalakan lagi,”tegasnya.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kendal, Bambang Winarno, mengaku kalau Pemerintah Kabupaten belum membayar tagihan rekening listrik jalan dikarenakan anggarannya belum cair. 

“Tunggakannya sekitar Rp 6 milyar “ kata Bambang Winarno. 

Menurut Bambang, Pemkab sebenarnya sudah menganggarkan dana penerangan jalan sebesar 10 milyar rupiah di APBD Kendal 2017. Rencananya, akan dimintakan anggaran lagi, pada APBD perubahan.
Selain itu, keterlambatan tersebut juga karena adanya kekurangan dana tahun lalu. Kekurangan dana disebabkan adanya pengajuan dana dari UPD terkait secara perhitungan kurang tepat sehingga mengalami kekurangan dana. 

“Baru pertama kali terjadi sebelumnya, kami rutin nah nantinya kekurangan dana tersebut akan kami ambilkan di APBD 2017 sebesar Rp 10 miliat,” ujarnya. Pencairan dana tersebut, lanjut, Bambang akan dilakukan sekitar bulan ini. (MJ-01)

Ini Menarik!

Bungalow atau Kamar Saja, Semua Ada di Karimunjawa Inn

Share this on WhatsApp     BERWISATA ke Karimunjawa, tak mungkin cukup sehari saja. Dikarenakan …

Silakan Berkomentar