Home > JATENG RAYA > Anak Penderita HIV/AIDS Ditolak Sekolah, Pemkot Solo Ngaku Kecolongan

Anak Penderita HIV/AIDS Ditolak Sekolah, Pemkot Solo Ngaku Kecolongan

image

SOLO- Pemeritah Kota (Pemkot) Solo mengaku kecolongan terkait adanya penolakan terhadap sembilan anak penderita HIV/AIDS, yang akan menempati rumah baru di kawasan kecamatan Pasar Kliwon Solo. Bahkan, pada Minggu (6/12) kemarin, warga sekitar sempat melakukan penolakan dengan membawa sejumlah spanduk.

Penjabat (Pj) Wali Kota Solo Budi Suharto ketika dimintai keterangan sejumlah awak media, di kantor Balaikota Solo, Senin (7/12) mengatakan meski tidak memiliki tempat yang memadahi, namun pihak Pemkot tak akan tinggal diam. Salah satunya tengah menyiapkan lokasi rumah singgah bagi mereka.

“Setidaknya ini menjadi bahan koreksi bagi kami, karena kami tidak bisa melakukan penanganan secara langsung. Karena itu merupakan tugas dari KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), jadi ini juga menjadi bahan evalusi terkait kinerja KPA,” jelasnya.

Jika dilihat hal ini sangat miris, padahal keberadaan Kota Solo sendiri merupakan kota layak anak. Namun justru, sebagaian dari saudara-saudara kita ingin mendapatkan perlakuan yang sama di mata undang-undang, namun malah mendapatkan penolakan.

“Dalam satu Minggu ini kita akan turun langsung, kita sudah siapkan Pondok Boro untuk mereka tempati. Selain itu kami juga akan melakukan komunikasi dengan Dinas Sosial untuk ikut turun tangan, terlebih lagi melakukan sosialisasi bagi warga bahwa dalam keadaan apapun warga tidak boleh menolak keberadaan anak-anak, karena itu bagian dari kita,” paparnya.

Sementara itu Sekretaris KPA Solo, Harsoyo Supodo mengakui jika pihaknya tak letih dalam melakukan sosialisasi kepada warga. Hanya saja menurutnya tidak semua warga memahami tentang apa itu HIV/AIDS.  (dit)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar