Beranda KRIMINAL & HUKUM Anak dan Cucu Tewas Terbakar, Puji Syok Berat

Anak dan Cucu Tewas Terbakar, Puji Syok Berat

166
0

SEMARANG – Puji Rahayu (70) hanya tertunduk saat petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di rumahnya yang terbakar pada Minggu (8/7) malam. Rumah dua lantai di Jalan Bugangan Raya 25-A1, Semarang tersebut menjadi saksi terenggutnya nyawa dua orang yang dia sayangi.

Polisi melakukan olah TKP lokasi kebakaran di Bugangan, Senin (9/7). Foto: efendi

Kedua korban tewas tak lain ialah anak dan cucunya, Linda Maria (47) dan Karina Renata (10). Saat kejadian keduanya sedang berada di sebuah ruangan di lantai dua. Sementara Puji, saat itu sedang melakukan aktivitas di lantai bawah.

“Saat kejadian kan saya lagi mau ngelas plastik, mbungkusin pakai senthir. Lha mau nyari plastik terus malah senthirnya pecah kesenggol dan apinya murup (membara). Awalnya tak tutup handuk tapi ndak bisa terus saya lari nyari handuk basah, tapi pas balik kok apinya sudah gede,” kata Puji saat ditemui di sela olah TKP, Senin (9/7) siang.

Saat itu, dia langsung teriak minta tolong dan Linda berlari menghampiri Puji. Puji kemudian dibawa keluar, sementara Linda kembali masuk dan menuju ke lantai dua untuk menyelamatkan anaknya. Namun ibu dan anak tersebut justru tewas terbakar.

Rumah tersebut sebenarnya dihuni empat orang, termasuk suami Linda, Suwito. Saat kejadian Suwito sedang di luar rumah.

Puji Rahayu masih syok atas kebakaran yang merenggut nyawa anak dan cucunya. Foto: efendi

Puji yang menyaksikan olah TKP oleh Petugas Inafis Polrestabes Semarang bersama tim Labfor Bareskrim Polri Cabang Semarang tak banyak berkata-kata. Ia hanya memberi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan petugas.

Badannya tampak lemas, berjalan pun ia didampingi oleh beberapa kerabatnya. “Sebentar mas mba, ini ibuknya masih syok jangan diwawancara dulu,” ujar salah satu kerabatnya.

Usai menyaksikan proses olah TKP, bersama beberapa kerabat Puji dibawa ke klinik di sekitar lokasi kejadian. Ia kemudian duduk di kursi yang berada di teras klinik dengan mata memerah dan berkaca-kaca.

“Saya semalaman tak bisa tidur, saya kepikiran terus. Sampai kencing saja saya sudah sampai 15 atau 14 kali, karena memang gulanya tinggi,” kata Puji.

Sementara kondisi rumah kini sudah berantakan. Atap-atap runtuh dan menghitam. Lantai penuh dengan reruntuhan dan barang dagangan yang terbakar.

Rumah tersebut memang juga dijadikan sebagai tempat penjualan obat dan alat perlengkapan bayi. Namun beberapa tralis besi pengaman masih kokoh di balik jendela.

Beruntung, rumah yang berada di sebelahnya tak terbakar dan menambah korban. Pasalnya, rumah tersebut berhimpit dengan rumah Nomor 25-B1. Namun si jago merah berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran sebelum merambat ke rumah lainnya.

Kasubid Fisika Komputer Laboratorium Forensik Cabang Semarang Bareskrim Polri, AKBP Teguh Primono mengatakan, pihaknya telah mengambil beberapa sampel barang sebagai bahan uji untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Kami sudah melakukan olah TKP bersama Inafis Polrestabes Semarang. Kami juga sudah mengambil barang bukti untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. ya mungkin hasilnya sekitar satu minggu lagi,” tukas Teguh.

Untuk diketahui, rumah bercat putih tersebut terbakar pada Minggu (8/7) sekira pukul 18.30. Petugas BPBD Kota Semarang, Pemadam Kebakaran, Kepolisian serta warga bahu membahu menjinakkan si jago merah. Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian. (fen)