Home > EDUKASI > Anak-Anak Saja Tahu Kalau Narkoba Berbahaya

Anak-Anak Saja Tahu Kalau Narkoba Berbahaya

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat berbagi ilmu dan pengalaman dengan siswa-siswi SD Islam Bilingual An-Nisa Semarang. (foto: metrosemarang.com/Mukhamad Masrukhin)

SEMARANG – Seruan tentang bahaya Narkotika dan Obat-Obat Terlarang (Narkoba) digelorakan Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat berbagi ilmu dan pengalaman dengan siswa-siswi SD Islam Bilingual An-Nisa Jalan Abimanyu Raya, Kamis (19/10). Walikota hadir menjadi tamu dalam kegiatan  bertajuk Pengenalan Profesi.
Terjadi tanya jawab antara orang nomer satu di Kota Semarang tersebut dengan siswa. “Siapa mau hadiah? tapi jawab dulu pertanyaan dari Saya” bujuk Walikota yang disapa Hendi.
Dengan seketika anak-anak acungkan tangan ingin cepat menjawab pertanyan Walikota Semarang. Seorang bocah memberanikan diri maju ke depan. Walikota Hendi pun dengan sumringah menyambut bocah lugu tersebut.
Sembari merangkul, Hendi kemudian mengajukan beberapa pertanyaan. “Namamu siapa dek?”, tanya Walikota. “Abel”, jawab siswa kelas 2 tersebut. Hendi kemudian menimpali dengan pertanyaan “Abel pernah diajarin bahaya narkoba gak?” “Pernah”, sahutnya. Sama siapa? Ayah sama guru. Terus menurut ayah dan gurumu apa bahayanya narkoba? “Bisa bikin mati”, jawab Abel lugu. Sontak jawaban Abel mengundang tawa semua yang hadir pagi itu.
“Ya betul. Tapi sebelum mati, otaknya rusak dulu, kalau otaknya rusak tidak bisa untuk tidur, tidak bisa jadi orang pinter, kalau ga bisa jadi orang pinter nanti tidak punya cita-cita dan tidak bisa sukses kayak papa mamamu,bisa bikin mati”, ajak Walikota.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menekankan tiga kunci pokok yang harus dimiliki setiap pelajar agar sukses. Kunci pertama adalah tidak boleh berantem dengan siapa saja baik dengan sesama maupun yang lebih tua. Karena menurut Walikota berkelahi dapat menyebabkan perpecahan.
“Dengan berantem dapat menjadikan Negara ini tidak bersatu dan tidak kuat, hal ini akan menyebabkan Negara Indonesia hancur” kata Walikota.
Sedangkan yang kedua dan ketiga adalah jauhi narkoba dan selalu belajar rajin agar cita-cita tercapai.
“Sekolah itu penting tapi jangan lupa untuk meraih cita-cita yang telah diimpikan. Bersyukur hari ini adik-adik bisa sekolah, diberi kesehatan harus disyukuri karena masih banyak di Indonesia anak-anak usia sekolah yang tidak bisa bersekolah, karena tidak mampu, karena sakit, kemudian harus bekerja,” pungkasnya. (duh)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar