Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Pengemudi Taksi Online Dibekuk

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji memberikan keterangan terkait penangkapan pembunuh driver taksi online pada gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/1) siang. (foto : metrojateng.com/Efendi)

 

SEMARANG – Dua orang tersangka pembunuhan seorang driver taksi online berhasil diringkus petugas Polrestabes Semarang. Ironisnya kedua tersangka masih duduk dibangku kelas 10 di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang. Mereka nekad melakukan tindak kejahatan tersebut dengan alasan untuk membayar uang SPP.

“Kami bahkan tak pernah mengira bahwa pelaku itu dibawah umur, dan bisa sekejam itu di umur yang baru menginjak belasan tahun itu,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/1) siang.

Kedua tersangka yakni IBR (16) merupakan warga Lemah Gempal V, RT 05 RW 05, Kelurahan Barusari, Semarang Selatan dan DIR (15) warga Jalan Lebdosari IV Nomor 9, RT 04 RW 05, Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat.

“Mereka diamankan dirumahnya pada Senin (22/1) kemarin oleh petugas kami, beberapa barang bukti juga diamankan dari tangan mereka termasuk pisau yang digunakan untuk menggorok leher korban,” ujar Abi.

Abi juga mengatakan, dari pemeriksaan sementara IBR mengaku nunggak pembayaran uang SPP. Sehingga, ia mengajak tersangka lain yakni DIR untuk melancarkan aksi kejahatan itu.

Sebelumnya, IBR juga sempat mengajak tiga orang anak lainnya sebelum DIR. Namun, ajakan tersebut tak membuahkan hasil lantaran ketiga orang tersebut tidak setuju dengan ajakan IDR.

“Jadi tersangka IBR ini sudah pernah ngajak tiga orang sebelum ini, tapi ketiga anak tersebut tidak menyetujuinya, akhirnya tinggal si DIR ini yang mau diajak melakukan tindak kejahatan oleh IBR,”  beber Abi.

Kini, lanjut Abi, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya motif lain selain untuk membayar SPP. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah tempat kedua tersangka belajar terkait masalah pengakuan tunggakan SPP serta keseharian tersangka.

Sementara itu, dalam gelar yang di laksanakan di Mapolrestabes Semarang juga disaksikan oleh puluhan anggota komunitas pengemudi angkutan online. Mereka tampak geram dengan apa yang telah dilakukan oleh kedua tersangka teehadap rekan mereka.

“Kami berharap para pelaku ini dihukum seberat-beratnya, paling tidak hukuman maksimal, karena melihat dari yang terjadi pada korban, unsur niatnya sudah kelihatan,” tukas salah seorang anggota komunitas pengemudi online, Sugiono. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.