Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > 9 Orang Meninggal akibat DBD di Boyolali

9 Orang Meninggal akibat DBD di Boyolali

image

BOYOLALI – Dalam kurun waktu 8 bulan terakhir, sebanyak 222 orang di Boyollai terjangkiti penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sembilan orang diantaranya meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Sri Suparti. “Selama 8 bulan terakhir, dari bulan Januari hingga Agustus 2014 lalu, tercatat ada sekitar 222 kasus penyakit DBD. Sembilan pasien diantaranya meninggal dunia,” kata Sri Suparti kepada wartawan Jumat (5/9).

Dikemukakan, di Boyolali terdapat 19 desa yang tersebar di 7 kecamatan yang dinyatakan sebagai daerah endemis DBD. Ke-7 kecamatan tersebut yaitu Boyolali Kota, Teras, Banyudono, Ngemplak, Sambi dan Nogosari.

Menurut dia, kasus penyakit DBD itu dinilainya termasuk kecil. Gambarannya dari 100 ribu penduduk ada sekitar 2,3 persen yang terkena DBD. Jumlah tersebut dinilainya termasuk kecil, lantaran berada dibawah target 5,5 persen. “Itu bagus karena angka kesakitannya bisa ditekan,” katanya.  

Sedangkan angka kematian akibat penyakit DBD mencapai 4,05 persen. Dari bulan Januari hingga Agustus, terdapat 9 pasien DBD yang meninggal dunia. Penyebab meninggalnya antara lain berpindah-pindah rumah sakit. Selain itu, keluarga juga dinilai terlambat membawa pasien berobat ke rumah sakit.

Kebanyakan masyarakat juga minta daerahnya dilakukan fogging ketika ada kasus DBD. Padahal yang paling penting adalah pembasmian sarang. Untuk menekan angka penderita penyakit DBD, pihaknya akan mengintensifkan penyuluhan dan sosialisasi melalui Puskesmas. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan bersih. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar