72 Remaja di Banyumas Ikuti Duta Genre 2018

BANYUMAS – Sebanyak 72 remaja putra dan putri di Kabupaten Banyumas, mengikuti seleksi pemilihan Duta Generasi (Genre) 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas.

Sebanyak 72 remaja menggunakan selendang bertuliskan peserta, mengikuti seleksi Duta Generasi 2018, di Gedung Graha Bakti eks Bakorwil Purwokerto, Sabtu (7/7). Foto: metrojateng.com

Kepala Seksi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Titi Cahyani mengatakan, puncak pemilihan Final Duta Genre Kabupaten Banyumas akan digelar Sabtu (14/7) di Gedung Graha Bakti Eks Bakorwil.

“Proses pemilihan diawali dengan pembekalan, test tertulis dan wawancara yang dilaksanakan Jumat-Minggu (6-8/7) di Aula Kantor BKDD Banyumas,” katanya, Sabtu (7/7).

Pemilihan Duta Genre, lanjutnya, bertujuan mewujudkan generasi berencana yang terhindar dari Triad KRR yang menyangkut Kesehatan Reproduksi Remaja yakni seks bebas, narkoba dan terjangkitnya HIV/AIDS.

“Hal ini penting, agar mereka bisa menjadi contoh bagi para remaja lainnya, dan mampu mensosialisasikan generasi sehat yang terhindar dari Triad KRR, penundaan usia perkawinannya di usia muda, dengan perencanaan secara matang,” katanya.

Kemudian, untuk pemilihan Duta Genre, Titi menyebutkan tahun ini dibagi dua jalur, yaitu jalur pendidikan dan jalur masyarakat. “Jalur masyarakat sudah ada 45 peserta dan jalur pendidikan 27 mahasiswa/pelajar,” ujarnya.

Titi menyebutkan, dari semua jalur akan dipilih 5 duta, dan duta terbaik 1 akan mewakili Banyumas pada kegiatan yang sama di tingkat provinsi tanggal 15 Agustus mendatang. Kemudian, setiap peserta otomatis sudah menjadi duta genre, karena telah dibekali berbagai materi tentang keluarga berencana.

Nantinya, mereka dituntut untuk berbagi wawasan, pengetahuan dan ikut mengedukasi remaja lainnya agar bisa terhindar dari tiga yang menyangkut Kesehatan Reproduksi Remaja, termasuk pengambangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekitarnya.

“Diharapkan para remaja mendapatkan pengetahuan tentang berkeluarga sehingga nantinya bisa merencanakan kapan, menikah, memiliki anak, mengatur jarak kelahiran serta berapa jumlah anak yang ideal,” tutupnya. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

38 + = 42

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.