65 Persen Anak Berkebutuhan Khusus Belum Tersentuh Pendidikan

Hamid Muhammad Foto Metrojateng/Raditya
Hamid Muhammad
Foto Metrojateng/Raditya

SOLO – Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud, Hamid Muhammad secara tegas mengatakan angka Anak Bekebutuhan Khusus (ABK) belum tersentuh pendidikan masih sangat tinggi. Padahal, pendidikan sangat penting untuk menggali potensi seorang anak, meski anak tersebut tergolong seorang ABK.

“Dari 350 ribu ABK di negara kita, baru 35 persen yang tersentuh pendidikan, Jelas ini bukan hal yang kita inginkan. Saya rasa kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan kepada buah hatinya sangat penting, meski anak tersebut mengalami berkebutuhan khusus,” ujarnya saat membuka kegiatan Gebyar dan Lomba Keberbakatan PK-LK Diknas Tahun 2014, di kawasan Keraton Solo, Rabu (12/11).

Hamid menambahkan, orangtua yang memiliki anak lahir dalam keadaan berkebutuhan khusus, beranggapan sebagai aib. Padahal semua itu salah, karena masing-masing anak memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Saya yakin semua anak tak ingin dilahirkan seperti itu, namun jika semua itu sudah terjadi mau apa lagi. Toh itu juga bagian dari keturunan kita. Saya hanya berharap kepada orangtua, jangan malu. Bawa saja anak tersebut ke lembaga pendidikan yang sudah kami persiapkan, kami jamin, anak tersebut bakal mendapat pendampingan seperti anak pada umumnya,” imbuhnya.

Pihaknya pun berjanji akan terus mengutamakan ABK. Salah satunya dengan menyuplai tenaga pengajar ke lembaga yang membutuhkan. (dit)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.