Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > 6 Kecamatan di Boyolali Terancam Kekeringan

6 Kecamatan di Boyolali Terancam Kekeringan


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Krisis air bersih melanda sejumlah daerah di Boyolali, pada musim kemarau ini. Sebagian warga pun terpaksa membeli air dengan harga mencapai Rp 250 ribu/tangki kapasitas 5000-6000 liter. Sedangkan sejumlah desa kini juga telah mengajukan bantuan air bersih ke Pemkab Boyolali.

Kepala Bagian Kesra Setda Boyolali, Dadar Hawananto, mengakui saat ini sudah ada beberada desa di Kecamatan Musuk yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Pemkab. “Baru dari Kecamatan Musuk, untuk dari wilayah Boyolali Utara belum ada permintaan,” katanya kepada wartawan Selasa (12/8).

Untuk penanganan kekeringan ini Pemkab Boyolali telah menyiapkan anggaran Rp 105 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk bantuan air bersih kepada desa-desa yang mengalami kekeringan. Sejumlah kecamatan di Boyolali memang menjadi langganan kekeringan saat memasuki musim kemarau. Sejumlah kecamatan yang masuk peta rawan krisis air bersih antara lain Kecamatan Musuk, Cepogo, Boyolali, Juwangi, Wonosegoro dan Kemusu.

Bahkan, di Kecamatan Musuk hampir semua desa merupakan daerah rawan kekeringan. “Di Kecamatan Musuk, hampir semua desa masuk daerah rawan kekeringan karena minim sumber air,” kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo.

Kepala Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, Untung Widada, mengakui wilayah desanya termasuk salah satu daerah yang kini telah mengalami krisis air bersih. Bahkan, kekurangan air bersih itu sudah dialami warga sejak sekitar tiga bulan lalu, seiring datangnya musim kemarau. “Sejak satu bulan terakhir, tandon air yang dimiliki warga sudah banyak yang habis. Sehingga warga harus membeli,” kata Untung.

Untuk membeli air bersih dari tangki swasta, warga harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah. Untuk ke wilayah Desa Jemowo, harga air mencapai kisaran Rp 150 ribu/tangki kapasitas 5000-6000 liter. Tergantung jauh dekatnya lokasi. Bahkan, untuk wilayah Desa Sangup, yang berada di lereng gunung Merapi harganya mencapai Rp 170 ribu – Rp 250 ribu/tangki. Harga Rp 250 ribu/tangki adalah untuk desa paling atas sendiri.

Menurut dia, saat ini baru Desa Sangup yang sudah ada bantuan air bersih dari Pemkab. Sementara desa lainnya di wilayah itu belum. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar