58 PNS Semarang Disanksi Berat, 18 Dipecat

SEMARANG – Sebanyak 58 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Semarang telah dijatuhi sanksi tegas karena melanggar peraturan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dari jumlah itu yang diberhentikan ada 18, dicopot jabatannya 9, dan diturunkan pangkatnya 31.

Ilustrasi. Sebanyak 58 PNS Pemkot Semarang dijatuhi sanksi tegas dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Foto: dok metrosemarang.com

Pemberian sanksi tegas itu disebutkan sebagai bagian dari pembenahan budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Semarang selama 2 tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita G Rahayu.

‘’Pembenahan budaya kerja di Pemkot Semarang ini menjadi penting, karena para pegawai yang ada di pemkot ini adalah salah satu ujung tombak pembangunan Kota Semarang,’’ kata Wali Kota yang karib disapa Hendi, Selasa (20/2).

Selain pembenahan budaya kerja, dia mengatakan dalam kurun periode 2016-2018 pihaknya juga telah merealisasikan sejumlah fasilitas gratis untuk masyarakat.

Salah satunya, katanya, di sektor kesehatan dengan menyediakan fasilitas berobat gratis dengan UHC (Universal Health Coverage). Serta menyediakan fasilitas ambulance gratis 24 Jam, dan menyediakan layanan konsultasi dokter secara online.

Ditambahkan, pihaknya juga telah melakukan transformasi Kota Semarang dari semula sebagai kota industri menjadi kota pariwisata. Sebab dia meyakini melalui sektor pariwisata masyarakat dapat memiliki kesempatan lebih besar untuk membuka usahanya sendiri.

‘’Dan untuk mendukung hal tersebut, kami telah menyiapkan fasilitas pinjaman bernama Kredit Wibawa dengan bunga sangat murah hanya sebesar 3% per tahun,’’ katanya.

Dalam upaya mendorong perubahan Kota Semarang menjadi kota pariwisata itu, Hendi menegaskan pihaknya telah berhasil menginisiasi 113 Kampung Tematik yang merata di 16 Kecamatan. Serta pembangunan 19 ruang terbuka hijau sebagai sarana wisata.

Sementara untuk penuntasan penanganan banjir di sebagian wilayah Kota Semarang khususnya di wilayah timur, Hendi mengatakan tetap menjadi prioritas. Pihaknya telah memiliki anggaran sebesar Rp1,4 triliun yang dikonsentrasikan untuk penangangan banjir tersebut. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

35 − 29 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.