500 Porsi Lontong Opor Dibagikan Gratis dalam Khaul Wali Gembyang

KENDAL – Khaul Wali Gembyang berlangsung meriah, Sabtu (23/6). Warung makan Bu Puji yang berada di samping makam Wali Gembyang setiap tahun menyiapkan lontong opor gratis, untuk warga yang datang dalam khaul setiap tanggal 9 Syawal.

Lontong opor dibagikan gratis dalam Khaul Wali Gembyang, Sabtu (23/6). Foto: edi prayitno

Untuk tahun ini Bu Puji menambah jumlah porsi lontong opornya, jika tahun lalu sekitar 300 porsi tahun ini setidaknya 500 porsi disiapkan. “Alhamdulillah masih bisa menyiapkan lontong opor gratis untuk warga yang datang di acara khaul Wali Gembyang. Untuk tahun ini kita tambah karena selalu kekurangan,” jelasnya.

Lontong opor yang disiapkan dalam wadah piring ini, ditata rapi di depan warung menunggu acara khaul dan pengajian selesai. Setelah selesai berdoa, warga bergegas mengambil sepiring lontong opor yang sudah disiapkan.

Satu persatu warga antre mengambil dan menyantapnya sebelum pulang ke rumah. Warga sekitar mengatakan, tradisi makan lontong opor di warung makan Bu Puji sudah ada sejak dulu.

“Meneruskan tradisi yang disiapkan orangtua terdahulu, warung makan Bu Puji selalu menyiapkan lontong opor gratis untuk warga yang hadir,” kata Purwanto.

Dikatakan Purwanto, warga di sekitar komplek makam Wali Gembyang sudah menyiapkan nasi bungkus. Biasanya setiap rumah diberi jatah menyiapkan 10 nasi bungkus untuk warga yang datang.

“Warga yang ikut khaul sudah mendapatkan nasi bungkus, tapi yang ingin makan lontong opor bisa mengambil di warung makan Bu Puji,” imbuhnya.

Khaul Wali Gembyang sendiri dihadiri Bupati Kendal Mirna Annisa, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono dan jajaran dinas di Pemkab Kendal.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Kendal KH Masrur Masykur mengingatkan kepada masyarakat yang berziarah atau menghadiri Khaul, tujuan utamanya adalah mendoakan tokoh, seperti Wali Gembyang yang banyak jasanya, bukan meminta kepada orang yang sudah meninggal dunia.

“Harus hati-hati supaya tujuan ziarah tidak menyimpang aqidah, yaitu mendoakan orang atau tokoh yang kita ziarahi, dan tidak boleh meminta kepada yang sudah meninggal,” tegasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

58 + = 68

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.