Beranda JATENG RAYA METRO SEMARANG Warung Ini Mendiskon Makanan Pelanggan yang Datang dengan Kawan Beda Agama

Warung Ini Mendiskon Makanan Pelanggan yang Datang dengan Kawan Beda Agama

61
0
rawon anti sara semarang
Wartono, menunjukkan daftar menu di warung rawon tempatnya bekerja. (foto: metrosemarang.com/Dariz Fardianto)
SEMARANG – Macam-macam cara orang merespon pemilihan kepala daerah dan peristiwa yang mengiringinya. Termasuk pemilihan gubernur Jawa Tengah yang sebentar lagi digelar. Di Kota Semarang, seorang penjual nasi rawon di pusat kuliner Ventura, Jalan Ki Mangunsarkoro, menggalakan kampanye anti-SARA.
Penjual rawon bernama Priyo Suyono itu memilih membuat pilihan menu lengkap dengan tulisan ‘Pilih Rasa Jangan SARA’. Di situ juga ditulis nama warungnya, Rawon Surabaya Bu Marie serta contoh menu andalannya.
“Kebetulan Bapak sedang pergi sehingga kami yang melayani pesanan rawon di sini,” kata Wartono, seorang karyawan warung rawon milik Priyo tersebut, Selasa (13/3).
Warung rawon tersebut sudah buka sejak 2016 silam. Wartono mengatakan pemilik rawon mulai peka merespon isu-isu SARA sejak kasus pelecehan surat Almaidah 51 yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama mencuat di tahun 2017 lalu.
Kemudian, katanya, pihaknya mulai gencar menggelar promo-promo menu berkaitan dengan kampanye anti-SARA. Untuk bulan ini, pihaknya gencar promo diskon 20 persen bagi dua pembeli beda KTP beda agama. Warung rawonnya saban hari menjajakan 17 menu berbahan dasar daging sapi. Di antaranya, rawon daging, rawon iga, rawon paru, rawonholic rawon empal, rawon buntut, sampai soto Lamongan.
Dari setiap menu seharga Rp 25 ribu-Rp 40 ribu, pembeli yang beda agama bisa mendapat potongan harga sampai 20 persen. “Promo beda KTP beda agama dengan diskon 20 persen untuk semua menu lalu kami sebarluaskan kepada pelanggan,” terang pria 34 tahun ini.
Warung rawonnya buka selama enam hari dalam sepekan. Jika hari-hari biasa nasi rawonnya terjual 150 porsi. Maka, dengan adanya promo tadi penjualan nasi rawonnya naik pesat.”Harapan kami, dengan banyaknya isu SARA yang muncul saat Pilkada, kami bisa menunjukan sikap saling memperkuat nilai-nilai solidaritss antar umat beragama,” ungkapnya. (far)