Umat Katolik Desak Polisi Usut Kasus Penyerangan Jemaat Gereja Lidwina

Penyerangan Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyalarta. (foto: istimewa) 

SEMARANG – Keuskupan Agung Semarang (KAS) mendesak agar aparat kepolisian mengusut tuntas insiden penyerangan kepada jemaat Gereja Santo Lidwina saat sedang beribadah Minggu pagi, pukul 07.30 WIB.

Romo Endra Wijayanto, Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Gereja Katolik KAS menyatakan kasus ini harus diusut dengan mengadili pelakunya dengan hukuman setimpal.

“Harapan kami supaya segenap aparat sipil segera melakukan langkah cepat menciptakan sistem yang efektif agar kasus serupa tidak terjadi,” ungkap Romo Endra, Minggu (11/2).

Lebih lanjut lagi, aparat jangan lagi mendiamkan kasus itu begitu saja seperti kasus kekerasan lainnya. Aparat, kata Romo Endra, harus bertindak tegas
mengantisipasi gangguan keamanan sehingga bisa mencegah terulangnya kasus serupa.

“Mendesak agar aparat keamanan tidak hanya mencegah gangguan keamanan tetapi turut berjuang menjaga hak dasar sebagai warga negara Republik Indonesia. Ditegakkannya nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dan memberi jaminan perlindungan yang sama dalam kebebasan beragama,” cetusnya.

Lebih jauh, pihaknya turut berduka khususnya bagi Romo Karl
Edmund Prier, SJ sebagai pemimpin misa Gereja Santo Lidwina yang terluka dalam peristiwa ini.

Tak lupa pula dirinya mengapresiasi kesiapsiagaan umat Katolik Lidwina Bedog dan warga sekitar sehingga pelaku dapat dilokalisir di dalam gereja.

Ia bahkan mengutuk keras atas terjadinya peristiwa tersebut. Pasalnya, insiden itu bersamaan dengan ekaristi sebagai perayaan puncak gereja Katolik. Ekaristi melibatkan internal gereja. Di dalamnya segenap umat merayakan karya penyelamatan Kristus sendiri.

“Kepada segenap umat Katolik, kami menyerukan tetap tenang, menahan
diri dalam situasi sulit ini. Kami mohon umat turut berkontribusi menjaga kondisi dengan tidak memperbesar isu yang menimbulkan kontraproduktif bagi
penanganan kasus ini,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

14 + = 23

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.