395 Penumpang Gagal Terbang dari Solo akibat Erupsi Gunung Agung

SOLO – Empat penerbangan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo dibatalkan akibat ditutupnya Bandara Ngurah Rai, Bali. Penutupan akibat letusan Gunung Agung di Bali tersebut berlangsung mulai pukul 03.00 WITA hingga 19.00 WITA.

Bandara Adi Soemarmo
Foto: metrojateng.com

Menurut Humas Bandara Adi Soemarmo, Danardewi, pada pukul 09.00 WIB sebanyak dua penerbangan domestik dibatalkan untuk kedatangan pesawat dari Denpasar dan dua penerbangan domestik menuju Denpasar. Pembatalan sendiri dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

“Karena Bandara Ngurah Rai di Denpasar ditutup akibat letusan Gunung Agung. Operasional Bandara Adi Soemarmo terdampak terutama untuk rute Solo-Denpasar maupun sebaliknya,” ujarnya, Jumat (29/6).

Akibatnya, sebanyak 395 penumpang terpaksa menunda perjalanan mereka. Yakni untuk penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 924 rute Solo-Denpasar sebanyak 215 penumpang. Dan maskapai Air Asia dengan nomor penerbangan XT 8455 rute Solo-Denpasar dengan penumpang sebanyak 180 penumpang.

“Untuk itu, kami menyediakan help desk yang digunakan oleh petugas airlines untuk melayani para penumpang. Penanganan bagi penumpang cancel domestik dilakukan di area counter ticketing terminal domestik. Selain itu, kami tetap melakukan koordinasi pengamanan. Termasuk bagi penumpang diberikan kompensasi akibat pembatalan tersebut sesuai dengan kebijakan airlines,” jelasnya.

Penutupan Bandara akibat letusan Gunung agung, tak hanya dilakukan oleh operator bandara Ngurah Rai, Bali. Dua bandara lain, yakni Bandara Blimbing Sari, Banyuwangi dan Bandara Noto Hadinegoro, Jember juga ditutup hingga pukul 17.00 WIB.

Pada kesempatan terpisah, Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air mengatakan, pihaknya tetap memberikan layanan dan penanganan kepada pelanggan yang terdampak tertundanya penerbangan.

Kebijakan khusus pelanggan yang terganggu perjalanannya di Bali yaitu pengembalian dana (full refund) secara penuh senilai nominal yang dibayarkan pelanggan pada saat pemesanan/ pembelian tiket pesawat.

Selain itu, kebijakan bagi pelanggan yang berada di luar Bali sesuai Standart Operation Procedure(SOP), yaitu pengembalian dana mengacu pada aturan pemerintah untuk force majeureyang terdapat dalam PM 185 tahun 2015 pasal 10 poin 3c, bahwa untuk penerbangan dengan kelompok layanan no frills (low cost carrier/ LCC) dilakukan pemotongan biaya administrasi 10% dari harga tiket dasar (basic fare) yang telah dibayarkan oleh pelanggan.

“Perubahan jadwal penerbangan (reschedule) dengan tanpa dikenakan biaya tambahan. Lion Air Group akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam memberikan keterangan sesuai  situasi terkini,” papar Danang dalam rilis tertulis.

Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah bandar udara di Denpasar, Bali dinyatakan aman (safety) untuk penerbangan.(MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 8 = 17

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.