Sekarang Berkeliling Candi Borobudur Bisa Ditemani Digital Guide

Direktur Utama PT TWCB, Prambanan dan ratu Boko, Edi Setijono sedang mencoba aplikasi Chatra Borobudur E Guiding di sela-sela soft Launching di Borobudur, Kamis (14/12). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Para pengunjung Candi Borobudur kini semakin dimudahkan dengan layanan yang diluncurkan oleh Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Chattra Borobudur E-Guide. Sebuah aplikasi yang memungkinkan semua pengunjung memahami dan mengerti sejarah candi yang tertera dalam relief-reliefnya. Aplikasi ini merupakan teknologi dari Austria.

PT TWCB, Prambanan dan Ratu Boko bekerjasama dengan perusahaan Oroundo International menerapkan aplikasi tersebut. Ia dipandang memiliki teknologi bagus dan berpotensi diterapkan.

“Aplikasi ini bisa di akses menggunakan ponsel dengan mendownload melalui play store,” terang Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edi Setijono di sela-sela peluncuran Chatra Borobudur E-Guide di Gerbang Utama Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Kamis (14/12).

Aplikasi ini disebut sebagai pemandu online, dimana pengunjung bisa mengetahui sejarah Candi Borobudur. “Bukan berarti kita mematikan usaha para guide (pemandu). Namun ini merupakan layanan tambahan dari PT TWC agar pengunjung tidak sekedar datang, kemudian foto-foto setelah itu pulang tanpa membawa pengetahuan apapun tetang Borobudur,” katanya.

CEO Oroundo, Patrick Tometlitsch menjelaskan,aplikasi ini dilengkapi dengan teknologi pemancar berupa mikrochip kecil bluetooth atau teknologi beacon bluetooth. Teknologi itu berguna untuk memastikan ketepatan konten yang ditampilkan. Informasi yang ada di dalam aplikasi disajikan dalam bentuk deskripsi text, audio guide, foto, dan maps navigasi.

Keunggulan lainnya, aplikasi ini bisa dipergunakan tanpa menggunakan jaringan internet atau bisa diakses offline saat ada di atas candi. Menurut Patrick, aplikasi ini mampu menjadi private tour guide pengunjung selama ada di Candi Borobudur melalui beberapa titik yang sudah tersedia.

Implementasi aplikasi ini diantaranya adalah memberikan kemudahan pengguna untuk melihat beberapa titik di lokasi candi. Teknologi beacon bluetooth akan membantu pengunjung secara virtual. Pengguna juga akan mendapat informasi tentang Candi Borobudur seperti sejarah, relief, dan acara yang diselenggarakan oleh pengelola candi.

Direktur Pemasaran dan Kerjasama PT TWCB Prambanan dan ratu Boko, Ricky Siahaanmengatakan, konten informasi yang ada di aplikasi ini didapatkan melalui studi ahli arkeologi Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan semua referensi buku-buku. Sehingga informasinya valid.

Tersedia 3 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang. Kedepan, akan disediakan 15 bahasa dari berbagai negara. Cara kerja aplikasi ini cukup mudah. Dimulai dengan membeli tiket di loket masuk Candi Borobudur yang akan dilanjutkan dengan pemberian voucher Cultural Places berisi nomor ID.

Di loket, pastikan ponsel terhubung dengan wifi “Cultural Places”. Kemudian unduh dan install aplikasi “Cultural Places” di ponsel. Buka aplikasi, pastikan GPS dan bluetooth di ponsel sudah aktif.

Lalu login menggunakan akun facebook atau google yang dimiliki pengunjung. Pengguna bisa mengatur bahasa sesuai yang dikehendaki. Setelah berhasil mengakses aplikasi ini, pengunjung bisa memilih tour yang diinginkan selama berada di Candi Borobudur.

Selain pemandu online, pengelola Candi Borobudur juga menerapkan aplikasi visitor management. Keduanya berfungsi mengelola pengunjung dan kawasan sekitar candi dengan lebih baik. Aplikasi tersebut diharapkan bisa memberikan perjalanan wisata yang edukatif dan informatif.

Pelayanan kepada pengunjung harus maksimal sehingga mereka pulang membawa kesan, ujar Edi. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 52 = 60

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.