Beranda JATENG RAYA EKONOMI BISNIS Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bawang Merah Merosot

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bawang Merah Merosot

17
0
BERBAGI
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono dalam sidak bersama Kepala Bappeti Kemendag RI, Bachrul Vhairi dan Sekda prov Jateng, Sri Puryono. (foto: Efendi/metrojateng.com)
SEMARANG – Guna mencegah permainan harga berbagai bahan pokok di pasaran menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Jajaran Polda Jateng, Pemerintah Provinsi Jateng, dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) gelar sidak. Sidak tersebut dilaksanakan di Pasar Peterongan, Semarang, Jumat (15/12).
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono dalam sidaknya didampingi Kepala Bappeti Kemendag RI, Bachrul Vhairi dan Sekda prov Jateng, Sri Puryono. Condro menanyai sejumlah pedagang bahan pokok mulai dari beras, bawang, cabai, hingga daging sapi dan ayam.
Dalam sidak kali ini, petugas gabungan tersebut menemukan beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga. Berbeda dengan tauhun-tahun sebelumnya, jelang perayaan kali ini sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Penurunan tersebut terjadi pada harga bawang merah.
“Yang paling terasa itu harga bawang merah mas, waktu lebaran kemarin harganya Rp 90 ribu per kilogram, terus sekitar dua bulan lalu Rp 70 ribu, sekarang malah anjlok jadi Rp 20 ribu yang kecil dan Rp 22 ribu untuk yang gede,” ujar Wahyudi, salah seorang pedagang di Pasar Peterongan.
Wahyudi juga mengatakan, dalam sepekan ini memang ada beberapa kenaikan harga beberapa komoditi namun mayoritas tidak terlalu tinggi. Menurutnya sayuran yang mengalami kenaikan harga paling mencolok.
“Kangkung harganya Rp 7 ribu. Ini sledri yang semula sekitar Rp 8-10 ribu kini jadi Rp 30 ribu per kilogram. Kebanyakan malah sayur mas yang naik,” imbuh Wahyudi.
Sementara itu, Condro mengatakan sidak ini dilakukan di seluruh wilayah di Jawa Tengah dengan mengerahkan anggota di setiap Polres. Ia bahkan telah membentuk satgas pangan untuk melindungi warga dari spekulan harga.
“Ini memang dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, nanti dari Kapolres dilaporkan ke Polda, kemudian saya juga melanjutkan ke Kapolri. Kita melaporkan setiap hari, terus sampai tahun baru akan kami pantau,” ujarnya.
Pihaknya juga akan menindak jika ada pihak-pihak yang mempermainkan harga atau melakukan penimbunan berbagai kebutuhan pokok masyarakat tersebut. Jika terbukti melakukan, ia bahkan akan memprosesnya di ranah hukum.
“Jika memang terjadi seperti itu (Penimbunan) maka akan kami pidanakan, proses hukum baik terkait undang-undang pangan, penimbunan atau sebagainya,” pungkas Condro. (fen)