Hadapi Natal dan Tahun Baru, TPID Gelar Operasi Pasar di 58 Titik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan 20 truk berisi komoditas kebutuhan masyarakat untuk mendukung operasi pasar di 58 titik di kabupaten/kota Jateng di halaman kantor Provinsi Jawa Tengah, Rabu (13/12). (foto: istimewa)
SEMARANG- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar operasi pasar. Upaya itu dilakukan di 58 titik di kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Melalui aksi ini kami ingin harga-harga tetap stabil. Apalagi akan menghadapi Natal dan Tahun Baru dimana umumnya akan ada lonjakan harga dari komoditas kebutuhan pokok masyarakat,” ungkap Wakil Ketua TPID Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo di sela peluncuran 20 truk berisi komoditas operasi pasar di halaman kantor Provinsi Jawa Tengah, Rabu (13/12).
TPID Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Operasi Pasar dan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) serentak selama 30 hari ke depan. Adapun, komoditi yang dijual terdiri dari beras, gula pasir dan minyak goreng. Bahkan, di beberapa wilayah tertentu, juga menjual daging beku dan bawang merah.
Dalam rangka mengamankan kecukupan pasokan dan mengawal kestabilan harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Bulog Divre Jawa Tengah telah menyiapkan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami siapkan 130 ribu ton beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan bulan Februari 2018, 43 ribu ton gula pasir dan 230 ribu liter minyak goreng,” kata Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari.
Penyelenggaraan Operasi Pasar dan GSP ditandai dengan pelepasan 20 truk berisi komoditas Operasi Pasar oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Wakapolda Jawa Tengah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bulog Divre Jawa Tengah dan beberapa Pimpinan OPD anggota TPID Provinsi Jawa Tengah.
Operasi pasar tersebut selain dilaksanakan melalui mobil operasional langsung ke titik-titik yang sudah ditentukan di wilayah Semarang, Surakarta, Banyumas, Pekalongan, Pati dan Magelang, juga dilakukan melalui mitra pedagang di pasar, jaringan Toko Tani Indonesia (TTI), E-Warong, dan Rumah Pangan Kita (RPK).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau, agar masyarakat tidak perlu khawatir karena selain meluncurkan kegiatan Operasi Pasar dan GSP, TPID Provinsi Jawa Tengah bersama Satgas Pangan Polda Jawa Tengah akan terjun langsung ke pasar-pasar dan gudang distributor untuk memantau kecukupan pasokan dan mengawal kestabilan harga pangan strategis.
“Kami ingatkan agar pedagang melakukan kegiatan jual beli secara wajar dan tidak melakukan praktek-praktek ilegal seperti penimbunan karena segala bentuk tindakan ilegal tersebut akan ditindak secara tegas,” katanya.
Sementara itu, segala upaya yang dilakukan oleh TPID Provinsi Jawa Tengah ini akan berhasil mengawal kestabilan harga pangan strategis di Jawa Tengah sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang wajar dan pada akhirnya inflasi Jawa Tengah tetap terjaga di level yang rendah dan berada dalam sasarannya. (ang)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.