Beranda JATENG RAYA Mulyono Kaget, Rumah Tetangga Majikannya Ternyata Pabrik PCC

Mulyono Kaget, Rumah Tetangga Majikannya Ternyata Pabrik PCC

15
0
Rumah kontrakan di Jalan Halmahera, Semarang Utara yang digerebek BNN. (foto: metrosemarang.com/ Efendi)

 

SEMARANG – Mulyono, Security rumah Nomo 29 di Jalan Halmahera, Semarang Timur, Semarang kaget rumah tetangga majikannya didatangi belasan petugas BNN. Ia tak menyangka kalau rumah tersebut ternyata dijadikan tempat produksi pil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol).

“Kaget mas, kok ramai kirain kenapa, soalnya rumah ini itu penghuninya baru. Baru sekitar tiga bulan kayaknya,” ujar Mulyono, Minggu (3/12).

Mulyono mengatakan, ia sempat bertanya pada tukang yang mereparasi rumah tersebut beberapa waktu lalu. Katanya mau digunakan untuk produksi roti. Namun ia tak menyangka ternyata bukan roti yang diproduksi, melainkan obat yang tidak memiliki izin edar.

“Dulu itu awalnya tak tanya itu mau buat tempat produksi roti. Biasanya kan kalau tempat produksi roti baunya enak wangi tapi kok ini nggak ada baunya sama sekali,” ungkap Mulyono.

Meski begitu Mulyono tak sedikitpun menaruh rasa curiga kepada penghuni rumah tersebut. Mulyono masih belum menyangka kalau rumah tersebut ternyata memproduksi pil PCC.

Ia juga megaku, dulu sempat mengetahui saat penghuni baru tersebut memasang blower di bagian atas rumah. Ia mengira mungkin itu sebagai pendukung alat dalam memproduksi roti.

“Dulu itu awal mereka pasang blower di atas saya juga tahu, saya lihat. Awal itu juga dandan-dandan (reparasi) rumah itu juga kedengeran dari rumah majikan saya, kayak suara pukulan-pukulan gitu,” imbuhnya.

Namun, Mulyono merasa ada yang janggal ketika aktivitas di rumah tersebut selalu tertutup. Ia mengatakan aktivitas keluar-masuk rumah tersebut biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari.

“Biasanya keluar kalau pagi, mobil keluar langsung ditutup lagi, sore sekitar jam 4-an juga masuk langsung ditutup lagi, nggak pernah ada komunikasi. Berbeda dari yang ngontrak disini sebelumnya mas,” ujar Mulyono.

Sebelumnya rumah tersebut dikontrak oleh seseorang dan digunakan untuk memproduksi sarang walet. Aktivitas yang dilakukan oleh penghuni sebelumnya juga selalu terbuka kepada warga sekitar. “Kalau yang dulu saya juga tahu dalamnya seperti apa, saya suka masuk ngobrol juga sama pegawainya, tapi kalau sekarang enggak, nggak pernah ada komunikasi sama sekali. Ini rumahnya memang beberapa kali dikontrakan saya juga pernah melihat spanduk ditempel di depan bertuliskan dikontrakkan,” pungkas Mulyono.

Diberitakan sebelumnya, bebapa anggota BNN menggerebeg sebuah rumah kontrakan di Jalan Halmahera Nomor 27, Semarang Timur, Semarang yang diduga dijadikan sebagai pabrik pil PCC. Mereka juga secara serentak melekukan penggerebegan di dua kota lain yakni Solo dan Tasikmalaya.

Dari penggerebekan tersebut dua orang tersangka yang diduga sebagai pengendali yakni Joni dan Ronggo serta beberapa orang pekerja lainnya diamankan oleh petugas. Hingga kini petugas masih melakukan pendataan di lokasi. (fen)