Home > JATENG RAYA > 1.490 Warga Jateng Tewas Akibat HIV/AIDS

1.490 Warga Jateng Tewas Akibat HIV/AIDS

Ilustrasi

SEMARANG – Kondisi warga Jawa Tengah yang tertular virus HIV/AIDS semakin memprihatinkan. Bahkan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat menyatakan sudah ada 1.490 warganya yang meninggal dunia akibat terjangkit virus mematikan tersebut.

Asisten Pengelola Program KPA Jateng, Gardea Tyas Wardani, mengungkapkan jumlah tersebut ia temukan dalam rentang waktu 14 tahun terakhir. Ia bilang Kota Semarang menjadi daerah dengan kasus penularan HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah. Menurutnya temuan itu sungguh mencengangkan mengingat dinamika masyarakat setempat selama ini cenderung adem ayem saja.

“Walau begitu, daerah-daerah lainnya juga ada temuan yang tak kalah memprihatinkannya,” tutur Gardea, kepada metrosemarang.com, Selasa (5/12).

Pada 2017 saja, katanya, jumlah pengidap virus HIV paling banyak ditemukan di Kabupaten
Brebes. Di wilayah paling barat di Jateng itu, pengidap HIV ada 88 orang. Kota Semarang ada di peringkat kedua sebagai wilayah penyebaran HIV sebanyak 75 orang.

Namun, lain halnya untuk penularan AIDS. Kasus terbanyak justru ditemukan di Kebumen ada 78 orang dan Sragen ada 57 orang. KPA, menurutnya kini terus menggencarkan sosialisasi akan bahaya HIV/AIDS. Ia berharap adanya sosialisasi nantinya bisa menemukan banyak penderita HIV/AIDS.

Lebih lanjut lagi, ia menuturkan bahwa saat ini secara komulatif terdapat 18.913 orang pengidap HIV dan AIDS (ODHA) di Jateng. Dari jumlah itu, 10.497 orang di antaranya mengidap AIDS dan sisanya mengidap HIV.

“Tetapi, kami memperkirakan masih ada puluhan ribu pengidap HIV/AIDS yang belum ditemukan di 35 kabupaten/kota,” ujarnya. “Karena jika menghitung estimasi dari KPA pusat pada 2012 lalu, sebenarnya ada sekitar 47.514 pengidap HIV/AIDS di Jateng. Sekarang baru 18.913 orang yang ditemukan, berarti baru sekitar 37,1 persen,” jelasnya.

Ia menyayangkan rendahnya pemahaman masyarakat akan bahaya HIV/AIDS. Ia menyatakan banyak orang yang tak tahu jika mereka telah tertular virus tersebut. Tak jarang pula, banyak yang malu-malu untuk melakukan memeriksakan dirinya ke dokter terdekat.

“Kita ingin menemukan lebih banyak pengidap HIV/AIDS. Dengan begitu, pasti lebih mudah menanganinya,” kata Gardea. (far)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar