Beranda JATENG RAYA EKONOMI BISNIS Omzet Ratusan Juta, Produk UMKM Semarang Diminati Turis Asing

Omzet Ratusan Juta, Produk UMKM Semarang Diminati Turis Asing

44
0
BERBAGI
Karyawan Semarang Kreatif Galeri di Kawasan Kota Lama Semarang menunjukkan produk UMKM yang dijual disana, Kamis (30/11). (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)
SEMARANG- Produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kota Semarang diminati turis domestik dan mancanegara. Hal itu diketahui dari transaksi di Semarang Kreatif Galeri di Kawasan Kota Lama yang sudah mencapai Rp 300 juta dari Agustus hingga sekarang.
Berbagai produk UMKM mulai batik, kerajinan tangan, tas, sepatu dipamerkan di ruang pamer tersebut. Adapun, Semarang Kreatif Galeri telah dibuka sejak bulan Agustus lalu. Koordinator Semarang Kreatif Galeri, Renni Kirana mengatakan, animo dan minat konsumen untuk berbelanja produk UMKM Semarang di tempat tersebut sangat bagus.
“Banyak wisatawan baik domestik atau mancanegara yang berbelanja disini. Selain tamu dari luar kota atau luar Jawa, ada juga wisatawan dari luar negeri yang membeli produk buatan pelaku UMKM seperti dari Australia, Singapura, hingga Zimbabwe,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (30/11).
Adapun, barang-barang yang dipasarkan di Semarang Kreatif Galeri adalah produk UMKM di kelas premium. Hingga kini ada 600 produk dari 100 pelaku usaha yang dipasarkan disana.
Renni menuturkan, kunjungan tamu ke tempat tersebut juga cukup baik. “Sehari rata-rata ada 100 pengunjung dan omzet kami bisa mencapai Rp 10juta-Rp 15juta/hari,” tuturnya.
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang yang membina dan memfasilitasi terus mendorong agar pelaku UMKM meningkatkan mutu serta kualitas produknya. ”Kalau produknya bagus dan memiliki nilai jual tinggi bisa ikut dipasarkan disini. Bahkan kalau laku pun kami tidak ambil untung karena Dinas Koperasi dan UMKM hanya fasilitator,” kata Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Maria Immaculata Sri Wahyu.
Sementara, untuk bisa dipasarkan di Semarang Kreatif Galeri, dinas melakukan seleksi di antaranya produk harus kerajinan tangan dan bukan olahan mesin. ”Hingga sekarang kami bantu pemasaran produknya melalui offline ataupun online. Dari fasilitasi ini produk UMKM Semarang bisa tembus ekspor ke sejumlah negara seperti Rusia, Belanda, dan negara-negara di Eropa Timur,” imbuh Maria. (ang)