Home > JATENG RAYA > Polisi Mulai Identifikasi Terduga Pembunu Yoga

Polisi Mulai Identifikasi Terduga Pembunu Yoga

Lokasi tempat Yoga ditemukan. (foto: metrojateng.com)

 

 

 

KENDAL – Polisi masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan Yoga Gathot Pramana, karyawan BRI unit Weleri Kendal. Pembunuhan itu diduga dilatarbelakangi utang pribadi antara korban dengan pelaku. Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya melalui Kasatreskrim AKP Aris Munandar, mengatakan, pihaknya terus melakukan pendalaman.

Delapan orang saksi sudah diperiksa. Terdiri atas keluarga, rekan kerja dan teman korban. Pemeriksaan saksi-saksi tersebut untuk memperdalam penyelidikan dan menambah keterangan supaya valid. ‘’Kami sudah memetakan beberapa orang yang kami duga sebagai pelaku. Namun, kami masih mengumpulkan bukti-buktinya,’’ kata Aris Munandar, Kamis (23/11).

Aris mengatakan, jika melihat pekerjaan korban sebagai tim marketing bank, tidak menutup kemungkinan, pelaku merupakan nasabah. Namun, tidak menutup kemungkinan pembunuhan itu terkait dengan utang pribadi. Tugas marketing yakni mencari nasabah dan bisa juga melakukan penagihan.

‘’Semua kemungkinan itu bisa terjadi. Kami tidak bisa gegabah dalam melakukan penyelidikan ini,’’ jelas dia. Menurut penuturan keluarga, Yoga pernah menyatakan kepada istrinya Arlies Zenitha tentang ancaman dari seseorang. Polisi telah mendapatkan identitas pengancam tersebu, namun tak mengungkapnya demi keperluan penyelidikan.

‘’Ada yang pernah mengancam korban, tetapi untuk penyelidikan, saya tidak bisa mengungkapkannya,’’ ucap Aris.

Menurut Subarso, Kepala Satpol PP Kendal yang juga mertua Yoga, menantunya adalah orang yang baik. Saat ini istri Yoga, Arlies sedang hamil tiga bulan.

Subarso sempat berpikir bahwa menantunya disandera. Ditengarai dari jejak ponsel Yoga yang berhasil dideteksi Subarso. Ponsel berada di sebuah lokasi sejak Senin (21/11) siang dan tidak bergerak.

“Malam hari saya mendatangi Polsek Weleri dan meminta bantuan mencari keberadaan menantu saya. Ternyata yang bersangkutan ditemukan meninggal di bekas rumah makan di sebelah timur SPBU Wonotenggang,’’ tuturnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar