Home > JATENG RAYA > Pemindahan ke Pasar Bulu, Pedagang Buku Khawatir Sepi Pembeli

Pemindahan ke Pasar Bulu, Pedagang Buku Khawatir Sepi Pembeli

Pasar Bulu Semarang

 

 

 

SEMARANG – Pedagang buku di area Stadion Diponegoro Kota Semarang merasa khawatir akan sepi pembeli jika direlokasi ke Pasar Bulu sebagaimana direncanakan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Sebab mereka direlokasi ke lantai 3 Pasar Bulu bukan di lantai dasar.

Karena itu, kalaupun akhirnya pindah ke Pasar Bulu, pedagang meminta tetap diizinkan untuk berjualan di area Stadion Diponegoro selama beberapa tahun ke depan. Hal tersebut untuk mengantisipasi jika penjualan buku di lantai 3 Pasar Bulu sepi dari pembeli selama masa peralihan.

Selain itu, sambil mengenalkan lokasi barunya kepada para pelanggan yang selama ini telah mengenal area Stadion Diponegoro sebagai sentra penjualan buku di Kota Semarang. Ada sekitar 60 penjual buku di area Stadion Diponegoro. Selain itu, juga adaa pedagang makanan, jasa fotokopi serta pedagang besi dan velg yang direncanakan akan dipindah ke Pasar Klithikan Penggaron.

‘’Kami kalau akan dipindah ke Pasar Bulu siap, asalkan temen-temen kompak semua pindah, rencana Desember. Tapi kan selama beberapa tahun yang di sini tetap buka, kan belum tahu di sana ramai atau tidak, jadi istilahnya buka cabang,’’ kata Feri Susanto, salah seorang pedagang buku, Kamis (23/11).

Dia mengakui dulu pernah ditawari untuk menempati Pasar Peterongan, namun menolak karena sempitnya lapak yang disediakan di sana. Sementara untuk di lantai 3 Pasar Bulu nantinya, pedagang disediakan lahan untuk dibangun sendiri lapaknya.

‘’Nanti di sana kan juga jadi sama pedagang buku yang dari Johar, selain itu juga ada penjual kaca mata, jam dan gerabah,’’ ucapnya.

Pedagang buku lainnya di area Stadion Diponegoro, Dahri, juga menyebutkan jika langsung direlokasi dari Stadion Diponegoro yang telah mereka gunakan untuk menjual buku selama 20 tahun serasa akan sulit. Terlebih lokasi yang disediakan di lantai 3 Pasar Bulu 3 yang selama ini sepi dari pengunjung.

“Kalau direlokasi nggak mungkin langsung, tapi mungkin dikasih sana dulu berapa tahun, itu mungkin. Dikasih dulu di Bulu, kalau Bulu sudah laku sini direlokasi. Sementara buka di Bulu buka di sini,’’ ucap Dahri.

Pihaknnya mengatakan belum sreg karena ditempatkannya di lantai 3 yang dikhawatirkan akan sepi dari pembeli. ‘’Tidak strategisnya gini, kalau buku di lantai dasar oke, tetapi kalau di lantai 3 sementara di bawahnya pedagang basahan,’’ katanya. (duh)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar