Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Mobil Perancis dan Tiongkok Penetrasi Pasar Jateng

Mobil Perancis dan Tiongkok Penetrasi Pasar Jateng

Seorang pengunjung sedang mencari informasi di salah satu stan dealer mobil di Semarang Automotif (Sauto) Expo II-2017 di Mall Ciputra Semarang, Rabu (22/11). (foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

 

SEMARANG – Selama ini mobil buatan Jepang terkenal merajai jalanan dan pasar otomotif. Namun hal itu tidak membuat ciut mobil-mobil baru berlisensi negara lain untuk turut meramaikan pasar otomotif, khususnya di Jawa Tengah-DIY.
Seperti dalam gelaran Semarang Automotif (Sauto) Expo II-2017 di Mall Ciputra Semarang, 22 November-7 Desember 2017. Sejumlah merek mobil pendatang baru melakukan penetrasi pasar di Jawa Tengah dan DIY.
Sebut saja Renault, merek mobil pendatang baru dari Perancis itu mulai unjuk gigi ke masyarakat pada pameran automotif tersebut. Ada tiga tipe mobil yang dikenalkan ke pasar di antaranya Renault Koleos, Renault Duster dan Renault Kwid.
Kepala Cabang Renault Semarang, Benny Mulyono mengatakan, melalui Indomobil Grup pihaknya telah menjajaki pasar Semarang dua bulan belakangan.
“Kami membidik segmen menengah keatas melalui sejumlah tipe mobil mulai LCGC, Cross Over, hingga SUV,” ungkapnya di sela pameran.
Mobil berlisensi negara Perancis yang diproduksi di India, Korea, dan Indonesia itu memiliki pasar konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan berkendara.
“Maka pada pameran ini kami menargetkan bisa menjual lima unit Renault Koleos, dan masing-masing dua unit Renault Duster serta Kwid,” kata Benny.
Selain Renault, mobil buatan Tiongkok pun juga tak mau kalah mengenalkan diri ke pasar seperti Wuling dan Sokon. Supervisor Wuling Jateng-DIY, Siswantono mengatakan, dalam tiga bulan melakukan pemasaran di wilayah tersebut, animo masyarakat sangat tinggi.
“Kami telah menjual 300 unit mobil Wuling Confero di Jateng dan DIY dalam waktu tiga bulan. Pada pameran ini kami menargetkan dapat menjual 20 unit,” tuturnya. Wuling menawarkan sejumlah tipe mobil untuk pasar menengah mulai harga Rp 180 jutaan.
Sementara itu, Senior Project Manager MJA Event Organizer, Dian Citra Lestari menyampaikan, pada kegiatan tersebut ada 11 dealer, empat variasi mobil dan satu lembaga pembiayaan yang terlibat dalam Sauto Expo II-2017.
“Setiap dealer menargetkan dapat menjual 25 unit mobil selama pameran. Kami tetap optimistis hal itu dapat tercapai karena melihat tren penjualan mobil biasanya lebih baik pada akhir tahun,” katanya. (Ang)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar