Home > EDUKASI > 19 Persen Anak Usia SMP di Semarang Tak Bersekolah

19 Persen Anak Usia SMP di Semarang Tak Bersekolah

Anak putus sekolah. (foto: doc metrojateng.com)

SEMARANG – Anak-anak usia sekolah 12-15 tahun di Kota Semarang ternyata belum semua bisa menikmati pendidikan hingga tingkat sekolah menengah pertama. Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 19% anak usia sekolah di kota metropolitan ini masih tidak bisa bersekolah di SMP.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, berbagai alasan dan persoalan menyebabkan 19% anak usai sekolah tersebut tidak bisa melanjutkan sekolah hingga SMP. Di antaranya karena IQ atau kecerdasannya kurang, ekonomi keluarga tidak mampu, hingga karena memang sudah malas bersekolah.

‘’Saya pernah ketemu anak usia 14 tahun tidak bersekolah di Semarang Utara. Ketika ditanya, dia mengaku puas lebih baik kerja jadi kuli panggul di Pelabuhan Tanjung Emas sehari bisa dapat Rp 50-100 ribu. Tapi dia sepertinya tidak mengerti bahwa hidup bisa sampai 80 tahun,’’ katanya, Selasa (14/11).

Hendi, sapaan wali kota, juga mengaku pernah ketemu seorang anak usia sekolah yang mengemis di traffic light. Setelah ditanya ternyata anak itu terpaksa mengemis dan tidak bersekolah karena disuruh oleh orang tuanya.

‘’Saat itu orang tuanya langsung saya panggil. Saya jelaskan di Dinas Pendidikan ada program beasiswa untuk warga tidak mampu, tahun depan sekolah gratis (beasiswa) ini juga berlaku untuk di sekolah swasta, jadi saya optimis anak itu akhirnya akan mau bersekolah,’’ katanya.

Mengingat masih banyaknyak anak usia sekolah yang tidak bersekolah sampai SMP, Hendi pun mengimbau anak-anak lainnya yang bisa mengenyam pendidikan hingga di tingkat SMP bahkan jenjang yang lebih tinggi agar belajar secara sungguh-sungguh demi masa depan. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar