Home > JATENG RAYA > “Jadi Gampang” Permudah Warga Magelang Temukan Informasi Tata Ruang

“Jadi Gampang” Permudah Warga Magelang Temukan Informasi Tata Ruang

Kepala DPUPR Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla melaunching program “Jadi Gampang” yang memudahkan masyarakat mengakses tentang tata ruang kota. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang meluncurkan Jaringan Penyedia Layanan Perizinan dan Penyampaian Gagasan Masyarakat tentang Penataan Ruang. Layanan itu dinamakan “Jadi Gampang”. Itu merupaan salah satu layanan kepada masyarakat mengenai informasi seputar tata ruang Kota Magelang.

Informasi yang dapat diperoleh meliputi informasi pola ruang atau peruntukan ruang, ketinggian lantai maksimal bangunan, koefisien dasar bangunan (KDB) yaitu persentase luas lahan terbangun maksimal. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, “Jadi Gampang” memudahkan masyarakat Magelang mengakses informasi seputar tata ruang.

Sistem “Jadi Gampang” sudah bisa diakses sejak 9 November 2017. Masyarakat terlebih dahulu diberikan sosialisasi mengenai cara kerja sistem ini. “Sistem ini mempermudah masyarakat untuk mendapatakan Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) tanpa harus datang langsung ke kantor,” ungkapnya.

Selain mempermudah masyarakat untuk mendapatkan SKRK, sistem ini juga menjadi indikator pendukung kota cerdas. Dengan sistem ini masyarakat hanya perlu membuka portal http://sig.magelangkota.go.id/jadi-gampang. Kemudian meng-klik lokasi bangunan maka akan keluar informasi awal mengenai tata ruang disekitarnya.

Sistem Jadi Gampang juga dapat digunakan untuk mendapatkan surat permohonan pendirian sebuah bangunan. Terdapat juga ketentuan mengenai luas bangunan, peruntukannya, batas, tinggi gedung, dan wilayah yang digunakan sebagai lahan pertanian.

Untuk mengajukan permohonan, masyarakat harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan dilengkapi dengan nomor ponsel atau telepon. Setelah data di simpan dan dikirim, masyarakat dapat mengecek permohonan perizinan tersebut dapat diterima atau tidak dengan memasukkan nomor ponsel/telepon.

Sistem ini, imbuh Yonas,  dapat mencegah kolusi dan meminimalisir masyarakat menggunakan makelar ataupun calo. Ada juga fasilitas laporan publik bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan Pelanggaran Tata Ruang. (MJ-24)

 

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar