Pemda Harus Kurangi Perlintasan Sebidang

Perlintasan kereta api di Kendal. (foto: metrojateng.com)
SEMARANG – Perlintasan sebidang atau perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan di Indonesia terbilang banyak, mencapai 5.839 lokasi. Dari jumlah tersebut, perlintasan yang tidak berizin jauh lebih besar, yakni 4.635 lokasi (79,5 persen).
Kepala daerah diharapkan membangun Fly Over atau underpass sendiri atau mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengurangi perlintasan sebidang. Seperti yang dilakukan di†Klonengan dan Kesambi† (Kabupaten Tegal), Kretek dan Dermoleng di Kabupaten Brebes.
Perpotongan antara jalur kereta api dan jalan dibuat tidak sebidang adalah amanah dari UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pemda diminta ikut menyosialisasikan dan meminimalisir dampak dari penutupan perlintasan sebidang, seperti meyakinkan warganya tentang pentingnya keselamatan dan dampak jangka panjang yang akan diterima oleh masyarakat.
Hal itu dikatakan oleh†pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Senin (13/11). Perlintasan tidak sebidang harus dibangun.†”Ketika perlintasan tidak sebidang selesai dibangun, maka perlintasan sebidang di lokasi itu harus ditutup,” ungkapnya.
Di sisi lain, untuk mengurangi pesepeda motor, Pemda bisa segera menata transportasi umum di daerahnya. Agar warga mau beralih ke transportasi umum. “Jika tidak sanggup, mintalah bantuan ke Kemenhub untuk menata transportasi umum di daerahnya,” pungkas Djoko. (ade)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.