Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Nelayan Masih Bingung Gunakan Jaring Ramah Lingkungan

Nelayan Masih Bingung Gunakan Jaring Ramah Lingkungan

Pemusnahan jaring yang dipakai nelayan kendal. Jaring tersebut telah diganti dengan jaring ramah lingkungan yang diserahkan lewat bantuan Dirjen Perikanan Tangkap. (Foto: metrojateng.com/ Edi Prayitno)

KENDAL – Nelayan di Kendal masih kesulitan menggunakan alat penangkap ikan ramah lingkungan. Diperlukan pelatihan dan pendampingan untuk penggunaan alat tersebut, agar nelayan tidak kembali lagi memakai jaring yang tidak ramah lingkungan dan merusak ekosistem. Pemerintah sendiri sudah melarangnya.

“Perlu ada penyesuaian agar bisa digunakan dengan baik,” kata Sugeng, salah satu nelayan Tawang Rowosari Kendal. Menurut Sugeng, perlu ada modifikasi agar jaring ramah lingkungan bisa digunakan nelayan. Sebab jaring ikan ramah lingkungan berbeda dengan jaring yang dibuat dan biasa dipakai nelayan.

Dikatakan Sugeng, dengan jaring ramah lingkungan hasil tangkapan lebih sedikit dari jaring yang biasa digunakan. Hal itu menjadi keluhan para nelayan.

Pangkapan yang lebih sedikit itu disebabkan karena jaring ramah lingkungan tidak menjerat ikan-ikan kecil. Dirjen Perikanan Tangkap, Syarief Widjaya menyebut justru kualitas hasil tangkapan terjaga lantaran tidak tercampur dengan ikan kecil. “Ikan kecil tidak ikut terjaring, sehingga keberlangsungan keberadaan ikan juga terjaga,” demikian Syarief.

Dikatakan Syarief, pemerintah tetap akan memberikan pembinaan dan pendampingan agar nelayan bisa menggunakan jaring ramah lingkungan. Pihaknya menyerahkan bantuan jaring ramah lingkungan kepada nelayan di TPI Tawang Rowosari, Minggu (12/11) siang.

Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi mengatakan, selain pendampingan penggunakan alat penangkapan ikan ramah lingkungan ini, perlu adanya pengerukan sekitar pelabuhan. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain jaring ramah lingkungan. Nelayan disini mengeluhkan sedimentasi yang tinggi. Kapal nelayan tidak bisa merapat ke dermaga tempat pelelangan ikan sehingga akan menambah biaya produksi karena bongkar di daerah lain,” katanya.

Sebagai komitmen untuk menggunakan jaring ramah lingkungan, Dirjen Perikanan Tangkap, Anggota Komisi IV DPR RI dan Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur memusnahkan jaring milik nelayan yang kemudian diganti dengan bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan. (MJ-01)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar