Home > JATENG RAYA > Penghayat Kepercayaan di Magelang Bakal Perbarui Kolom Agama

Penghayat Kepercayaan di Magelang Bakal Perbarui Kolom Agama

Para penganut Kepercayaan di Magelang sedang melakukan ritual dalam suatu acara. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Para penganut paham kepercayaan di Magelang bakal memperbarui kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selama ini, kolom agama pada KTP mereka bertuliskan agama lain yang tidak mereka anut. Tekad memperbarui kolom agama itu menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi  (MK) yang mengakui status kepercayaan.

“Keputusan itu berarti memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memeluk kepercayaannya masing-masing,” kata Humas Padepokan Penghayat Kapitayan Jawa Pahoman Urip Sejati Magelang, Agung Nugroho, Rabu (8/11). Kini mereka lebih percaya diri untuk mengisi status agamanya dalam KTP.

“Kami akan segera ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk memperbaharui kolom agama di KTP,” imbuh Agung. Ia meminta agar  pemerintah segera membuat salinan putusan MK. Salinan tersebut kemudian akan dikirim ke padepokan maupun kelompok-kelompok penghayat kepercayaan yang ada sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Pria yang akrab disapa Bagawan Prabu ini juga berharap, kedepan pemerintah juga memberikan fasilitasi di bidang pendidikan terhadap penganut kepercayaan. Sebab selama ini, anak dari warga penghayat kepercayaan, belum mendapat fasilitas pendidikan terkait dengan kepercayaannya.

“Belum tersedianya guru untuk mata pelajaran agama penghayat kepercayaan,” katanya. Disisi lain, pemerintah juga diminta untuk mulai menyetarakan para penganut  kepercayaan dengan kelompok lainnya. Karena sebelumnya, Kesbangpolinmas menganggap penganut kepercayaan hanya sebagai organisasi kemasyarakatan saja.

“Padahal penganut kepercayaan lebih dari sekedar organisasi,” tandasnya. Agung yang juga fasilitator HAM untuk masyarakat adat menambahkan, jumlah penghayat kepercayaan dari tahun ke tahun mengalami penurunan karena beberapa sebab. Diantaranya karena meninggal dunia dan pernikahan.

Di Magelang ada sekitar 30-40 kelompok penghayat kepercayaan yang tersebar di Kota dan Kabupaten. Diantaranya  Pahoman Urip Sejati, Ngesti Kasampurnan, Pangestu, Sapto Darmo dan  Palang Putih Nusantara.

Selama ini, ujar Agung, sebagian besar penghayat kepercayaan, terpaksa bergabung dengan keyakinan lain karena masih adanya pandangan negatif terhadap mereka. Menurutnya, dengan diperbolehkannya masuk ke kolom agama, maka hal ini menjadi sebuah pengakuan. Ia berharap, masyarakat bisa memahami bahwa penghayat kepercayaan merupakan bagian dari keyakinan. (MJ-24)

 

 

 

 

 

 

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar