Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Pemerintah Kurang Perhatikan Petani Tembakau

Pemerintah Kurang Perhatikan Petani Tembakau

Diskusi dalam rangka memperingati Hari Tembakau Dunia oleh SPLM Jateng, Rabu (8/11). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
SEMARANG – Tembakau merupakan produk yang menyumbang cukai terbesar kedua setelah Migas. Namun dalam kenyataannya, pemerintah dirasa kurang memperhatikan petani dan pertanian tembakau di Indonesia. Hal terebut dipaparkan Pakar Pertanian dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Sony Heru Priyanto dalam diskusi bersama Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jateng di Seven Bistro, Rabu (8/11).
Dia menyebut, tembakau dibutuhkan namun tidak diperhatikan. “Tembakau ini bagi Pemerintah bagaikan istri siri. Dibutuhkan namun tidak diakui. Seharusnya Pemerintah menaruh perhatian pada para petani tembakau,” ungkapnya.
Menurutnya, tembakau masih sangat berpotensi dijadikan lahan bisnis di mana struktur pasarnya unik, yaitu pembelinya adalah pabrik yang selalu membutuhkan jumlah banyak. Selain itu, industri tembakau dari pertanian hingga produksi menjadi barang lain dirasa padat karya.
“Tembakau masih bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak, mulai penanaman, panen, perajangan, pengeringan dan lain-lain. Tembakau juga menyumbang pertukaran barang dan jasa secara cepat sehingga bisa menumbuhkan perekonomian,” kata dia. (ade)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar