Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Hotel dan Apartemen Dongkrak Indeks Harga Properti Komersial

Hotel dan Apartemen Dongkrak Indeks Harga Properti Komersial

Salah satu pameran properti yang digelar REI di Semarang. (foto: doc metrosemarang.com)

 

SEMARANG – Indeks harga properti komersial Kota Semarang pada kuartal (triwulan) III tahun 2017 mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut sebesar 0,13% (qtq) atau 1,14% (yoy). Kenaikan indeks terjadi karena peningkatan pasokan dan permintaan properti komersial pada periode tersebut.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan baik dalam kuartal (qtq) maupun tahunan (yoy), indeks harga, pasokan, serta permintaan properti komersial mengalami pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya.

”Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya rata-rata harga sewa kamar hotel seiring dengan meningkatnya tingkat hunian. Meningkatnya harga jual perkantoran dan lahan industri juga mendorong kenaikan harga secara tahunan,” ungkapnya, Rabu (8/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenaikan juga terjadi pada indeks pasokan properti komersial sebesar 0,03% (qtq) atau 0,76% (yoy). Dalam data triwulan, kenaikan pasokan terjadi pada segmen perhotelan yang tumbuh sebesar 4,29% (qtq).

BI mencatat, kumulatif pasokan kamar hotel pada kuartal III-2017 sebanyak 4.767 kamar yang berasal dari 34 proyek hotel di Kota Semarang. Sementara itu, kenaikan indeks tertinggi secara tahunan terjadi pada segmen apartemen sewa sebesar 54,40% (yoy). Indeks permintaan properti komersial tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,18% (qtq) atau 2,09% (yoy), namun tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kenaikan permintaan tertinggi dalam data triwulan terjadi pada segmen perhotelan sebesar 6,08% (qtq), diikuti oleh segmen perkantoran sewa sebesar 1,98% (qtq). Sementara itu, imbuh Rahmat, kenaikan secara tahunan terjadi pada segmen apartemen sebesar 34,93% (yoy), diikuti oleh segmen perhotelan sebesar 22,49% (yoy).

Penyaluran kredit konsumsi tercatat meningkat sebesar 8,86% (yoy). Berdasarkan jenisnya, peningkatan kredit konsumsi terutama dalam bentuk kredit kepemilikan flat/apartemen, khususnya tipe menengah sebesar 37,66% (yoy). (ang)

Ini Menarik!

BRI Lirik Perkembangan Coworking Space di Indonesia

Share this on WhatsApp SEMARANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung tumbuhnya coworking space yang …

Silakan Berkomentar