Beranda JATENG RAYA EKONOMI BISNIS Pemuda Borobudur Dilatih Promosikan Karya

Pemuda Borobudur Dilatih Promosikan Karya

14
0
BERBAGI
Para pemuda penerima manfaat UNESCO memamerkan hasil kerajinan di galeri komunitas di desa Karanganyar Borobudur Magelang, Seni. (30/10). (Foto: metrojateng.com/ch Kurniawati)

MAGELANG – Para pemuda yang tinggal di sekitar Candi Borobudur diberi pelatihan untuk mempromosikan produk mereka sendiri secara efektif. Program pelatihan ini bertajuk Youth Economy Empowerment in Indonesia’s Heritage Sites, Through Capacity Building and Sustainable Tourism. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan perekonomian kalangan muda di sekitar situs warisan dunia itu.

Pelatihan yang digelar oleh UNESCO bekerjasama dengan Citibank Indonesia itu digelar di galeri Komunitas Desa Karanganyar, Borobudur Magelang, Senin (30/10), diberi tajuk #KitaMudaKreatif: Maju Bersama Karya. Program ini dirancang untuk dilaksanakan di tempat lain juga. Yakni di 10 tujuan wisata lain yang diprioritaskan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2016 lalu.

Di Desa Karanganyar, kegiatan ini dilaksanakan dengan memberi pelatihan membuat kerajinan gerabah  oleh pemuda desa Karanganyar yang dilatih oleh pakar gerabah muda asal Yogjakarta, Apri Susanto. Disini diperlihatkan teknik membuat gerabah dengan sentuhan seni tinggi.

“Untuk saat ini kami sedang melaksanakan kegiatan serupa di sejumlah kota di Jateng dan DIY. Seperti Sleman, Klaten dan Magelang sendiri,” kata Advisor for Communication and Information UNESCO office in Jakarta, Ming Kuok Lim.

Ming Kuok mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran komunitas di sekitar Candi Borobudur. Menambah kapasitas dan mengupayakan anak muda, untuk bekerja di industri kreatif. Seperti batik, tarian, makanan dan mencakup semuanya.

Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya benda Dunia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Yunus Arbi mengatakan, Ini merupakan aksi nyata untuk mengeksplorasi nilai edukasi situs ini. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung program ini sebagai bagian dari tujuan strategis 5C. Yakni credibility, concervation, capasity building, communication dan community dari Konvensi Warisan Budaya Dunia.

Program semacam ini tidak hanya membangun pemahaman mengenai potensi warisan budaya mereka, baik bendawi maupun non-bendawi. “Namun juga mendorong kaum muda untuk memberikan suara dan perhatiannya untuk turut terlibat di dalam melindungi dan mempromosikan kekayaan warisan budaya mereka pada masa yang akan datang,” kata Yunus.

Menurut Yunus, para pemuda inilah pengambil keputusan hari esok untuk mengambil peran di dalam pelestarian warisan budaya. Termasuk merespon ancaman yang terus menghadang warisan budaya.

Country Head Of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki menambahkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah anak muda di wilayah Borobudur untuk memiliki pendapatan yang lebih baik. Selanjutnya mereka diharapkan mampu berkontribusi terhadap ekonomi lokal.

Melalui kombinasi pelatihan ketrampilan kerja dan persiapan kewirausahaan, anak-anak muda ini akan mendapatkan ketrampilan berdaya saing dan juga akses terhadap literasi dan inklusi keuangan. Serta sumber-sumber daya lain yang akan mengarahkan jalan mereka menuju  keberhasilan secara ekonomi. Ini artinya dapat mendukung strategi nasional untuk inklusi keuangan. (MJ-24)