Home > JATENG RAYA > Ada Tikungan Berbahaya di Sirkuit Mijen

Ada Tikungan Berbahaya di Sirkuit Mijen

LOkasi proyek sport center Kelurahan Jatisari KEcamatan Mijen. (foto: metrosemarang.com/Mukhamad Masrukhin)

SEMARANG – Keberadaan tikungan yang membahayakan di lintasan sirkuit pada proyek pembanguan sport center di Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen menjadi sorotan. Pada sirkuit tersebut diminta dibangun tanggul pengaman agar ketika nanti difungsikan jadi pengaman bagi pembalap.

‘’Ada tikungan yang saya pikir cukup berbahaya karena ujungnya adalah tebing atau lereng. Kita sudah sampaikan ke pihak pengawas dan dinas untuk segera dipasang tanggul pengaman, supaya kalau nanti sirkuit berfungsi ada pengaman buat para pembalap yang dari lintasan lurus akan belok ke arah kanan,’’ ujar Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau lokasi proyek sport center, Kamis (26/10).

Rencananya nanti tanggul pengaman akan dibuat di anggaran 2018 karena tahun ini belum masuk dalam kegiatan proyek sport center. Hendi sapaan akrab wali kota juga mengatakan, pihaknya meminta agar ada pagar pengaman supaya penonton tidak sembarangan masuk ke dalam area sirkuit. ‘’Ini juga akan kita anggarkan di tahun depan,’’ katanya.

Terkait progres pembangunan sirkuit, dia mengakui kontraktor telah melakukan pekerjaannya sesuai rencana. Pembangunannya sampai  saat ini sesuai dengan target mencapai 45%. Direncanakan awal Desember 2017 pembangunan sirkuit sebagai tahap pertama proyek pembangunan sport center ini akan selesai.

‘’Apa yang dikerjakan kontraktor sesuai dengan rencana kita, yaitu rencana tahun ini ada lintasan. Di tahun berikutnya ada padok serta tribun, dan taun berikutnya lagi adalah penyempurnaan meliputi penghijauannya, pagarnya, dan lain-lain,’’ kata Walikota Hendi.

Diakui pembanguna sport center ini memang dianggarkan dalam 2 tahun anggaran harus selesai. Namun pihaknya merasa perlu tambahan satu anggaran lagi nantinya untuk penyempurnaan. ‘’Supaya jadi sirkuit yang indah, menarik dan menantang karena  pemandangannya luar biasa. Dan harapannya bisa menjadi ikon Kota Semarang,’’ tegasnya.

Sementara Pelaksana proyek dari PT Mina Prima Abadi, Nur Ashadi menjelaskan, pekerjaan yang dilakukannya harus selesai pada 1 Desember 2017. Pekerjaannya hanya membangun lintasan sedangkan bangunan akan ada lelang lagi di 2018.

‘’Kendalanya hanya cuaca, kalau siang hari hujan pekerjaan bisa berhenti dan baru besoknya bisa dilanjutkan. Setelah lintasan jadi sirkuit sudah bisa digunakan untuk event nasional tapi belum maksimal, untuk pengenalan produk otomatis mungkin masih bisa,’’ jelasnya.

Proyek pembangunan sport center ini diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 135 miliar. Di tahap pertama tahun ini pemerintah menganggarkan Rp50 miliar, dan akan diselesaikan di tahun berikutnya dengan anggaran Rp82 miliar. Luas pembangunan sport center ini mencapai 5,1 hektare. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar