Home > JATENG RAYA > Tersangka Pembunuh Muhammad Yusuf Berdalih Mabuk

Tersangka Pembunuh Muhammad Yusuf Berdalih Mabuk

Kapolrestaber Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji dengan tersangka pembunuh Muhammad Yusuf, Angga. (foto: metrojateng.com/Efendi)

SEMARANG – Keributan yang mengakibatkan satu orang tewas terjadi di salah satu tempat hiburan malam, Liquid Cafe, Semarang pekan lalu. Atas kejadian tersebut, Jajaran Polrestabes Semarang telah menetapkan satu orang tersangka yakni Angga (21) warga Boja, Kendal.

Menurut pengakuan tersangka, ia melakukan hal tersebut dalam kondisi mabuk minuman. Saat itu ia memukul korban dengan botol minuman sebanyak tiga kali di bagian kepala yang mengakibatkan korban harus dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya tewas.

“Masalah awalnya sama temen, saya kaget aja temen saya awalnya tu didorong, terrus korban itu jatuh didepan saya kirain mau ngejar saya apa temen saya, nah saya langsung sepontan ngambil botol mukul dia,” ujar Angga di Mapolrestabes Semarang, Selasa (24/10).

Selain itu, menurut pengakuan tersangka ia baru pertama kali datang ke Liquid Cafe. Ia juga mengaku sangat menyesal melakukan hal tersebut. “Ya nanti kalau semisal ketemu dengan keluarga korban, yang paling utama saya mau minta maaf,” ujar Angga.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan pihaknya telah mempersilahkan tempat hiburan malam tersebut beroperasi. Sebelumnya tempat tersebut diberhentikan aktivitasnya guna melakukan rekontruksi dan pemeriksaan terkait peristiwa itu.

Abi juga menghimbau kepada seluruh pengelola tempat hiburan malam khususnya, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika terjadi keributan di tempat tersebut. Ia juga berharap, kedepan pihak security juga harus bisa menjaga kondusifitas tempat hiburan masing-masing.

“Kami menghimbau kepada pihak pengelola tempat tempat hiburan di Kota Semarang, manakala terjadi peristiwa serupa atau yang lain tolong segera laporkan kepada kami, dan prinsip tempat hiburan tersebut bukan sebagai ajang keributan. Pihak security yang bekerja di tempat hiburan itu juga harus bisa menjaga kondusifitas selama ada di tempat hiburan itu,” pungkas Abi.

Diberitakan sebelumnya, tujuh orang yang diduga terlibat dalam kasus ini diamankan pihak kepolisian. Namun hanya satu orang yang ditetapkan menjadi tersangka yakni Angga setelah melihat kejadian melalui rekaman CCTV. Kini Angga dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (fen)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar