Home > JATENG RAYA > Kontraktor Diminta Koordinasi dengan Kejaksaan dan Polrestabes

Kontraktor Diminta Koordinasi dengan Kejaksaan dan Polrestabes

Pembangunan Pasar Johar Baru resmi dimulai. (foto: metrosemarang.com/Mukhamad Masrukhin)
SEMARANG – Kontraktor pembangunan Pasar Johar baru tahap pertama di lokasi bekas Pasar Kanjengan, PT Sinar Cerah Sempurna (SCS), diminta berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri dan Polrestabes Semarang, dalam melaksanakan pekerjaaan pembangunan. Supaya menghindari terjadinya persoalan hukum di kemudian hari.
Pembangunan Pasar Johar baru tahap pertama, Jumat (20/10), telah resmi dilakukan groundbreaking oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Pekerjaan dengan nilai Rp93 miliar bantuan dari Kementerian Perdagangan ini ditarget selesai 60 hari kalender atau Desember.
Usai meresmikan dimulainya pembangunan, Hendi panggilan akrab walikota, menyebutkan pembangunan ini harus dilakukan pendampingan dari Kejaksaan dan Polrestabes. Supaya niat baik dari Pemerintah, Kontraktor, dan masyarakat serta pedagang yang mendukung pembangunan, selain bisa menghasilkan pasar yang nyaman dan berkualitas, ke depannya juga tidak ada persoalan hukum.
”Tidak ada kasus hukum ini justeru yang paling penting, karena kita tidak ingin grudak-gruduk karena memenuhi tuntutan sekelompok orang, tapi akhirnya di kemudian hari ada persoalan hukum,” katanya.
Dalam kesempatan groundbreaking ini, kata Hendi, dirinya sudah menyampaikan kepada kontraktor. Agar koordinasi dengan Kejari dan Polrestabes Semarang, yaitu bagaimana membangun yang berkualitas tapi tidak menyalahi hukum. Karena waktu pembangunan yang sangat mepet. ”Ini salah satu fungsi koordinasi yang selalu Saya sampaikan,” tegasnya.
Ditambahkan, kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Johar baru seluruhnya, sesuai detail engineering design (DED) mencapai Rp720 miliar. Jumlah ini sangat besar, bahkan lebih besar dari anggaran Dinas Pekerjaan Umum yang mengerjakan pembangunan jalan di seluruh wilayah Kota Semarang.
Soal anggaran butuh biaya, DED kitra Rp720 miliar, jumlah yang sangat besar. Sama dengan anggaran dinas PU, bahkan di PU tidak sampai sebesar itu untuk memperbaiki jalan di seluruh Kota Semarang.
”Tapi bismillah, karena Pasar Johar adalah salah satu ikon di Kota Semarang, kita ingin kembali mewujudkan Pasar Johar sebagai pasar yang terbesar di Asia Tenggara dan menjadi ikon Kota Semarang,” ungkapnya.
Menurut Hendi, setelah dibangun, Pasar Johar nanti juga pasti bisa meningkatkan pariwisata di Kota Semarang. Karena bermacam-macam dagangannya. Dulu sering kali orang datang ke Pasar Johar ini karena punya nostalgia di masa kecilnya. Selain itu, karena baca buku sejarah bahwa Pasar Johar adalah pasar terbesar di Asia Tenggara.
”Jadi saya rasa nilainya tidak hanya ekonomis saja, tapi juga dari sisi tourisme atau sektor pariwisata juga bisa meningkat di Kota Semarang,” pungkasnya. (duh)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar