Home > JATENG RAYA > 3 Kali Terjerat Kasus Narkoba, Babe Belum Kapok

3 Kali Terjerat Kasus Narkoba, Babe Belum Kapok

BNNP Jateng menggelar hasil penangkapan salah satu jaringan narkoba. (foto: metrojateng.com/Efendi)

SEMARANG – Sutrisno alias Babe alias Kokoh, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang kembali berulah. Setelah beberapa waktu lalu ditahan akibat ulahnya menjadi pengendali peredaran sabu, kini ia kembali diamankan akibat perbuatan serupa.

“Babe alias Kokoh ini sebelumnya sudah terjerat kasus yang sama sebanyak tiga kali, dengan jumlah masa hukuman 31 tahun penjara, kasus pertama ditangani Polda jateng dengan vonis 6 tahun penjara,” ungkap Kepala BNNP Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo, Selasa (10/10).

Lalu pada tahun 2014, lanjut Tri Agus, Kokoh juga ditangkap akibat kasus 300 gram sabu dengan vonis 8 tahun penjara, dan pada tahun 2017 Kokoh kembali diamankan akibat barang bukti sebanyak 1 kilogram sabu dengan vonis 17 tahun penjara.

Dalam kasus terakhir, Kokoh diduga mengendalikan seorang bernama Elvira Novianing Tiyas alias ENT (18) yang berada di Surakarta. Namun peredaran tersebut berhasil digagalkan oleh petugas BNNP Jateng, dengan mengamankan barang bukti berupa sabu seberat total 130 gram dan dua buah timbangan digital dari tangan dua orang tersangka yakni Diah Ayu Nandasari alias Ayu (19) dan ENT.

“Ya sara berharap sih ini kalai bisa divonis hukuman maksimal,” imbuh Tri Agus.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kedungpane, Toro Wiyarto mengatakan pihaknya kini masih terus melakukan penyelidikan terkait adanya handphone yang masuk ke dalam sel.

“Jadi Kokoh ini mengendalikan melalui telepon seluler, nah untuk handphone kok bisa masuk itu yang masih kita selidiki masuknya lewat mana apakah lewat besukan, ataukah ada hal lain sehingga handphone bisa berada di tangan tersangka Kokoh ini,” ujar Toro Wiyarto.

Sementara itu, untuk meningkatkan pengawasan terhadap para penghuni Lapas yang masih melakukan tindak kejahatan, kini BNNP Jateng bersama Kanwil Kemenkumham membentuk Satgas Kamtib. “Satgas ini akan terus bekerja dalam rangka pengawasan terhadap khususnya para napi yang masih mencoba-coba untuk mengendalikan (peredaran narkoba),” imbuh Tri Agus.

Satgas Kamtib ini sudah terbentuk sekitar satu bulan yang lalu. Dalam satgas tersebut dibagi menjadi tujuh korwil di seluruh Jawa Tengah. (fen)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar