Home > JATENG RAYA > Jelang Peringatan Pertempuran 5 Hari, Pemkot Ziarahi Makam Wongsonegoro

Jelang Peringatan Pertempuran 5 Hari, Pemkot Ziarahi Makam Wongsonegoro

Jajaran Pemkot Semarang berziarah ke makam Wongsonegoro. (foto: metrosemarang.com/Mukhamad Masrukhin)

SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan jajaran Forkopimda Kota Semarang berziarah ke makam Wongso Negoro, Selasa (10/10), di Kelurahan Kagokan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ziarah ini merupakan salah satu rangkaian peringatan pertempuran lima hari di Semarang, yang rencana puncak acaranya akan digelar pada Sabtu (14/10) di Tugu Muda. Rencana pada H-1 dan hari H pelaksanaan peringatan akses jalan menuju Tugu Muda akan ditutup.
Walikota yang akrab disapa Hendi mengatakan, KRMT Wongsonegoro begitu dekat dengan Kota Semarang. Kota Semarang ini ada hingga menjadi seperti sekarang tidak lepas dari jasa-jasa dan perjuangannya.
”Sehingga apa yang kita laksanakan bersama ini menjadi satu bagian dari bangsa Indonesia yang ingin mengucapkan terima kasih kepada salah seorang pahlawan. Melalui ziarah ini kita mendoakan agar beliau diterima di sisi Allah SWT dan kita diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangannya dalam rangka membangun Semarang menjadi lebih baik dan semakin hebat”, kata Hendi kepada tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ziarah.
Selain jajaran Forkopimda ziarah ini dihadiri para pimpinan OPD, Camat, veteran pejuang pelaku pertempuran lima hari, pelajar dan anak-anak dari tiga Panti Asuhan (PA) di Kota Semarang, PA Tanah Putih, PA Rahmatan Lil Alamin dan PA Riyadlul Jannah.
Hendi mengingatkan agar kegiatan ziarah ini tidak dianggap sekedar seremoni. Tetapi merupakan salah satu upaya untuk meneladani nilai-nilai kejuangan yang telah ditunjukkan oleh Wongsonegoro.
“Dari sini mari mulai sekarang kita tanamkan sikap kesederhanaan namun tetap tegas dalam mengambil keputusan. Selalu berbuat baik, jaga persatuan dan mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi”, kata Hendi.
Pramono Wongso Putranto yang merupakan perwakilan dari keluarga Wongsonegoro mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan ziarah ini. “Mudah-mudahan doa kita diijabah oleh Allah SWT dan menjadi motivasi kita untuk meneruskan perjuangan beliau”, harapnya.
Banyak nilai positif yang telah diajarkan oleh Wongsonegoro. Sesuai dengan tulisan di komplek makam tersebut “Janma Luwih Hambuka Tunggal” yang berarti orang yang mempunyai kemampuan lebih akan selalu mendekatkan diri dengan sang Pencipta. Dan “Haruming Sabda Haruming Budi” yang artinya orang yang selalu bertutur kata baik, menggambarkan pribadi orang yang berbudi luhur.
Ziarah diakhiri dengan doa dan upacara tabur bunga yang dilakukan Walikota bersama jajaran Muspida, para pejuang pertempuran, dan masyarakat sekitar. (duh)

Ini Menarik!

Golkar Restui Lima Paslon Bertarung di Pilkada Serentak 2018

Share this on WhatsAppSEMARANG – Mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Partai Golkar mengeluarkan …

Silakan Berkomentar