Home > JATENG RAYA > Banjir Semarang, Perlu Peta dan Kenaikan Anggaran

Banjir Semarang, Perlu Peta dan Kenaikan Anggaran

Bekas rendaman banjir di Semarang. (foto: metrosemarang.com)

SEMARANG – Banjir setiap tahun melanda Kota Semarang dan titik banjirnya tidak bergeser. Meski kadang di beberapa lokasi banjir hanya terjadi dengan intensitas kecil dan cepat surut. Oleh karena itu menjadi penting bagi Pemerintah Kota Semarang untuk memiliki peta banjir.
“Untuk mengatasi banjir kami kawal dan memastikan dari program RPJMD 2012-2016 agar luasannya berkurang signifikan dari tahun ke tahun”, kata Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono, Minggu (8/10).
Sebagai daya dukung pemkot mengatasi banjir, pihaknya mendorong agar anggaran untuk mengatasi banjir naik cukup signigikan. Namun, pemkot juga harus memastikan dapat untuk menciptakan atau memilih teknologi ramah lingkungan dalam mengatasi banjir. Misalnya, menggunakan teknologi yang diterapkan di Belanda, atau secara simultan memberi kesadaran kepada warga agar cinta dan peduli lingkungan.
Sehingga hal tersebut, kata dia, dapat meminimalisir tindakan yang bisa memicu terjadinya rob dan banjir. “Misalkan menjaga saluran-saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak sembarangan melakukan pengambilan air tanah. Tidak menutup saluran sembarangan untuk kepentingan pribadi. Sehingga bisa mengganggu jalannya aliran air dalam saluran”, terangnya.
Menurut politisi PKS ini, secara regulasi Kota Semarang telah memiliki Perda Rencana Induk Sistem Drainase Kota Semarang. Diharapkan perda tersebut dapat memberi arah yang tepat dalam mengatur drainase di Semarang.
Selain itu, diharapkan dapat mengoptimalkan 40 rumah pompa yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum, sehingga bisa berfungsi dengan baik untuk mengatasi banjir yang terjadi di daerah-daerah sekitar pompa. “Selain itu ada 100an lebih pompa portable juga harus bisa difungsikan dengan baik”, kata Suharsono.
Ditambahkan, anggaran yang berasal dari pemerintah pusat untuk mengatasi banjir wilayah timur, yaitu normalisasi Banjir Kanal Timur yang mencapai Rp1 triliun juga harus digunakan dengan baik. Serta ratusan miliar untuk membangun kampung bahari Tambaklorok, dan puluhan miliar untuk mengatasi darinase-drainase di kawasan permukiman. “Harapanya dengan anggaran sebesar itu maka 2018 banjir teratasi secara signifikan”, tandasnya. (duh)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar